Antropologi terapan

Antropologi tidak selamanya hanya menjadi pelajaran akademis. Satu dari dua antropolog di Amerika bekerja di luar wilayah sekolah dan universitas. Situasi ini membuktikan meningkatnya kenyataan  bahwa antropologi yang telah ditemukan dan dapat mengetahui tentang keadaan manusia sangatlah berguna. Ahli antropologi yang menyebut diri mereka sendiri sebagai ahli antropologi yang mempraktekkan dan mengaplikasikan antropologi biasanya bekerja pada bidang non akademik, bekerja untuk pemerintah, firma konsultasi pribadi, agensi pengembangan komunitas, organisasi amal, bahkan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan. Kenapa banyak ahli antropologi yang direkrut untuk membantu masalah dalam kehidupan sehari-hari? Bagian ini dan dua bagian berikutnya akan menjelaskan antropologi telah, atau dapat dipakai untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam mendiskusikan pekerjaan orang-orang yang menyebut diri mereka sendiri sebagai ahli antropologi yang mempraktekkan dan mengaplikasikan antropologi, pertama-tama bagian ini harus mengetahui motivasi yang memicu perkembangan antropologi aplikasi. Lalu kita berdiskusi sejarah dan jenis penerapannya di Amerika, isu yang layak dikembangkan untuk mengusahakan peningkatan taraf kehidupan manusia, kesulitan dalam mengevaluasi apakah sebuah program memberikan keuntungan, dan masalah dalam perubahan adat kebiasaan. Dua sesi terakhir dalam bab ini membahas pengaturan sumber budaya (biasanya dilakukan arkeolog) dan antropologi forensik, bagaimana (biasanya dilakukan oleh antropologi fisik) digunakan dalam perkara yang sah secara hukum dan penyelidikan masalah criminal. Bagian selanjutnya berhubungan dengan antropologi kesehatan berupa antropologi kesehatan dan penyakit. Bagian terakhir akan mendiskusikan implikasi kebijakan dari antropologi dan penelitian  ilmu sosial yang lain dalam masalah sosial global seperti bencana,gelandangan,criminal,kekerasan rumah,konflik suku,terorisme dan perang.

Bukan hanya ahli antropologi yang mempraktekkan dan mengaplikasikan antropologi yang tertarik dalam menyelesaikan masalah, tetapi juga banyak peneliti antropologi dan ilmu sosial yang lain melakukan riset dasar dalam masalah sosial. Riset itu mungkin dapat memacu lapangan kerja untuk mengetahui berbagai macam pemikiran budaya dan berlatih tentang kesehatan, penyakit, dan kekerasan.  Riset dasar mungkin juga memacu pengujian teori tentang penyebab masalah yang khusus. Hasil dari riset  tersebut dapat memberikan suatu pemecahan masalah jika penyebabnya sudah ditemukan. Bahkan jika sebuah studi tidak langsung terhadap masalah sehari-hari, studi itu masih mempunyai kemungkinan untuk menyelesaikan masalah.  Hal ini disebabkan, karena masyarakat menganggap bahwa riset dasar membutuhkan biaya yang besar.

Antropolog selalu memperhatikan dan mencemaskan masyarakat yg mereka pelajari seperti mereka memperhatikn dan mencemaskan teman-teman serta keluarga di rumah. Hal itu membingungkan jika semua keluarga di tempat mereka bekerja kehilangan bayi-bayi mereka akibat penyakit yang seharusnya bisa dikurangi dengan perawatan medis. Hal ini membingungkan saat perhatian ekonomi dan politik mengancam untuk menghilangkan lapangan kerja teman-teman anda. Antropolog juga biasanya mempelajari orang-orang yang mendapatkan kerugian akibat imperialisme, kolonialisasi, dan bentuk eksploitasi lainnya sehingga tidak mengherankan jika kita merasa protektif terhadap orang-orang yang tinggal bersama dan berbagi lingkungan

Tetapi, perhatian tidak cukup untuk memperbaiki dan meningkatkan penghidupan yang lainnya. Mungkin kita butuh penelitian dasar yang membuat kita mengerti bagaimana menciptakan kondisi pelatihan yang sukses. Kata “perbaikan” mungkin saja bukan sebuah perbaikan, makna yang baik terkadang menghasilkan konsekuensi yang berbahaya dan bahkan apabila kita tahu bawa perubahan akan menjadi sebuah perbaikan, di sana masih ada masalah tentang bagimana perubahan itu terjadi. Orang-orang dipengaruhi mungkin saja tidak mau berubah, apakah etis untuk mencoba mereka sebaliknya, apakah etis untuk tidak mencoba. Antropologi terapan harus mengambil semua urusan ke dalam perlindungan untuk menetukan respon terhadap kebutuhan yang dirasakan

Antropologi terapan di Amerika Serikat berkembang di luar pengalaman antropologi personal. Dengan kerugian orang-orang di kebudayaan lain. Sekarang, antropologi juga tertarik dalam belajar dan memecahkan masalah social kita. Di sana, banyak antropologi yang sekarang bekerja dalam peraturan nonakademis. Antropologi praktis ini sering kali bekerja dalam proyek spesifik yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan manusia, selalu dengan mencoba merubah lingkungan. Antropologi itu mengawasi atau mengevaluasi kesalahan orang lain untuk membuat suatu perubahan. Biasanya, masalah dan proyek didefinisikan oleh pekerja klien, bukan oleh antropolog, tetapi ahli antropologi makin bertambah untuk berpartisipasi dalam memutuskan perbaikan apa yang mungkin dan juga bagaimana untuk meraihnya.

Pada tahun 1934, John Collier kepala kantor Amerika Serikat urusan suku Indian membuat Undang-Undang yang menyediakan perlindungan bagi suku asli Amerika Tanah tidak dapat diambil, apabila kehilangan tanah maka akan dikembalikan, pemerintah sukun asli akan dibentuk dan pinjaman akan disediakan dengan syarat. Hal ini merupakan jalan terbuka terhadap pengenalan kegunaan peran ahli  antropologi di luar latar pendidikan.Collier memperkerjakan beberapa ahli antropologi untuk memperkenalkan kebijakan baru ini. Pada waktu yang sama The Soil Conservation Service juga menyewa ahli antropologi dengan proyek yang berhubungan dengan penggunaa tanah suku asli Amerika. Tapi sampai Perang Dunia II hampir semua dari beberapa ratus ahli antropologi di amerika Serikat masih dipekerjakan di fakultas-fakultas, universitas-universitas dan museum-museum, dan penerapan antropologi secara praktis jelas tidak ada.

Peristiwa sekitar tahun 1940 memeberanikan penerapan lebih antropologi. Pada tahun 1941, ahli antropologi menemukan komunitas untuk penerapan antropologi dan sebuah buku harian baru yang menyediakan penerapan antropologi, sekarang disebut Human Organization. Selama Perang Dunia II, ahli antropologi dalam jumlah yang cukup besar oleh pemerintah Amerika Serikat. Untuk membantu dalam usaha perang. Margaret Mead memperkirakan bahwa sesuatu seperti seperti memperkerjakan 295 dari 303 ahli antropologi di Amerika Serikat waktu itu adalah salah satu cara atau cara lain partisipasi lain dalam upaya perang.

Pemerintah menyewa ahli antropologi untuk membantu memperbaiki moral, meningkatkan pengertian kita tentang musuh-musuh dan negara-negara sekutu, serta menyiapkan untuk operasi militer dan keadaan dari pulau-pulau dari Micronesia dan area lain sekitar Pasifik. Seperti contohnya, ahli antropologi terapan tersebut untuk memeberi penjelasan ketika pejabat militer Amerika Serikat bingung mengapa musuh mereka orang Jepang menolak berlaku seperti orang normal. Satu dari kebiasaan yang paling membuat pemimpin militer bingung adalah kecenderungan tentara-tentara Jepang yang mencoba bunuh diri daripada menjadi tawanan. Tentu saja, tentara Amerika Serikat yang ditawan tidak bersikap demikian. Akhirnya untuk memehami kode kehormatan orang Jepang, militer menyewa ahli antropologi sebagai konsultan untuk Divisi Analisis Moral orang Asing pada kantor Departemen Informasi Perang.

Setelah bekerja dengan ahli antropologi, militer Amerika Serikat belajar bahwa alasan utama kebiasaan aneh tawanan dari Jepang adalah suatu kepercayaan mereka bahwa mereka keadaan menyerah dalam perang, sekalipun di wajah pemimpinnya ragu-ragu untuk dijadikan tawanan, sekalipun ketika terluka atau tidak sadar dan saat menghindari penangkapan adalah suatu aib. Orang-orang Jepang mengira bahwa tentara Amerika Serikat telah membunuh semua tawanan. Demikianlah, hal ini hampir bukan kejutan bahwa banyak orang Jepang yang tertangkap lebih memilih mati terhormat dengan tangan mereka sendiri. Ketika militer Amerika Serikat belajar tentang pikiran orang Jepang, mereka membuat suatu upaya untuk menjelaskan kepada oaring Jepang bahwa mereka tidak akan menjalai hukuman mati ketika tertangkap, dengan harapan orang Jepang akan meyerah. Beberapa tawanan dari Jepang kemudian memberikan informasi kepada militer Amerika Serikat, tidak untuk melatan negara mereka sendiri tetapi mencoba membentuk hidup baru untuk mereka sendiri menghapus aib memalukan ringkasan kehidupan mereka yang terdahulu.

Ahli antropologi bersemangat membantu pemerintah Perang Dunia II karena mereka melakukan sesuatu yang besar untuk kemenangan perang. Pada perubahan ini pemerintah ingin meminta nasehan dari antropologi. Tetapi pada waktu setelah perang ada peningkatan yang lebih tinggi pada bidnag pendidikan karena kembalinya veteran dan kemudian terjadi ledakan penduduk yang pergi ke fakultas-fakultas dan ahli antropologi Amerika Serikat dapat dengan cepat menemukan pekerjaan di universitas-universitas dan fakultas-fakultas.  Antropologi menjadi sedikit mengkhawatirkan masalah terapan dan lebih khawatir lagi dengan teori dan penelitian dasar.

Situasi berubah pada akhir tahun 1970 ketika ketertarikan antropologi terapan mulai tumbuh subur. Beberapa bersifat ketertarikan pada peningkatan pada sebuah prioritas perubahan akibat Perang Vietnam. Yang lain menyebutkan kemunduran kesempatan belajar di fakultas-fakultas dan universitas-universitas. Ahli antropologi yang bekerja pada bidang terapan keluar dari semua subbagian antropologi, meskipun sebagian besar berasal dari etnologi. Mereka bekerja pada acara pribadi dan umum di rumah dan luar negeri untuk perbaikan di bidang pertanian, gizi, mental dan kesehatan fisik, perumahan, kesempatan kerja, transportrasi, pendidikan dan kehidupan perempuan serta kaum minoritas. Mereka ada yang bekerja pada bisnis. Ahli antropologi bekerja di museum atau dipekerjakan untuk belajar, mencatat dan memelihara sumber kebudayaan yang akan diganggu atau dirusak oleh proyek pembangunan. Ahli antropologi terapan yang terlatih pada antropologi fisik bekerja di tempat obat-obatan, kesehatan masyarakat, dan pemeriksaan forensic. Dan pekerjaan terapan pada pendidikan dan komunikasi sering menggunakan kemampuan berbahasa.

Etika Dalam Antropologi Terapan

Isu etika selalu meningkat seiring perkembangan zaman. Etika dalam penerapan antropologi juga demikian. Antropologi memiliki aturan yang disebut sebagai etika pertanggungjawaban. Hal ini, menyebabkan antropologi harus bertanggung jawab terhadap siapa yang mereka pelajari dalam hal ini tentu saja objek kajian antropologi. Kemudian, antropologi bertanggung jawab terhadap siapa yang membaca dan menggunakan hasil penelitian para ahli antropologi dan setiap hasil penelitian harus dipublikasikan secara terbuka dan benar.

Antropologi terdiri dari tahapan perencanaan dan peralatan untuk yang dapat mengubah populasi yang menyebabkan etika tanggung jawab menjadi kompleks.  Pada tahun 1946, the Society For Applied Antropology membentuk sebuah komite untuk merumuskan kode etik dalam penerapan antropologi yang baku dan professional. Pada tahun 1948, kode etik tersebut selesai dibuat dan diperbaharui pada tahun 1983.

Sebagai contoh penerapan antropologi dalam kehidupan sehari-hari yaitu keadaan masyarakat di Gwenbe Tonga oleh Thayer Scudder. Masyarakat Gwenbe Tonga memiliki keadaan perekonomian yang baik setelah pembangunan bendungan di Danau Zambezi, Afrika Tengah. Hal ini terjadi sekitar tahun 1960 sampai akhir tahun 1970. Masyarakatnya dapat memproduksi barang dan jasa untuk keperluan sendiri sampai berlebihan sehingga mereka menjual kelebihan tersebut pada pasar dunia. Lama kelaman mereka lebih terkosentrasi untuk menproduksi barang dan jasa yang dijual ke pasar dunia. Prinsip ini sangat tepat diterapkan apabila keadaan harga di pasar dunia meningkat atau sesuai dengan harapan. Namun,sekitar tahun 1980-an  keadaan masyarakat Gwenbe Tonga mulai memburuk ditandai dengan menurunnya moralitas, banyak masyarakat yang mabuk-mabukan, mencuru, berbuat onar, dan kimia.  Hal ini disebabkan karena masyarakat Gwenbe Tonga mengurangi produksi pangan untuk masyarakatnya sendiri dan lebih. Scudder berpendapat dalam hal ini antropologi tidak digunakan secara keseluruhan, tetapi hanya pada awlnya saja yaitu pada tahapan perencanaan.

Contoh lainnya yaitu ketika para antropolog dan arkeolog bekerja sama dalam meneliti suatu fosil, etika antropologi menjadi lebih kompleks. Sebagai contoh kasus “Knnewick Man”  ditemukan pada tahun 1996 di sepanjang sungai Columbia, Washington menjadi perdebatan siapa yang menjadi pemilik fosil tersebut? Hal ini semakin dipersulit karena ternyata fosil tersebut ditemukan di daerah perbatasan dan menyulitkan para antropolog dan arkeolog memutuskan milik siapa fosil tersebut? Apakah orang Indian sebagai suku asli Amerika? Atau pemerintah Amerika? Atau milik seorang penduduk keturunan suku Indian? Etika tanggung jawab dalam antroplogi pun belum dapat menyelesaikan kasus ini secara jelas. Hal ini karena kasus tersebut berkaitan dengan etika.

Menilai Efek dari Perubahan Terencana

Keputusan mengenai perubahan yang diusulkan akan menguntungkan populasi target tidak selalu mudah untuk dibuat. Pada kasus-kasus tertentu seperti ketika peningkatan perawatan medis terlibat, keuntungan-keuntungan yang ditawarkan pada kelompok target tidak dapat dipertanyakan lagi, kita semua yakin bahwa sehat lebih baik dari sakit. Bagaimana pun hal ini mungkin tidak selalu benar. Mengingat pada inovasi kesehatan masyarakat seperti suntikan untuk mencegah penyakit (vaksin).  Walaupun itu tidak diragukan lagi mempunyai keuntungan bagi angka bertahan hidup dari sebuah populasi, penurunan pada angka kematian mungkin akan menimbulkan akibat yang tidak terduga, yang akan berkembang menjadi masalah-masalah baru.

Sekali program suntikan (vaksinasi) dimulai, hal ini memungkinkan angka bertahan hidup anak-anak akan meningkat, tetapi hal itu tidak mungkin untuk meningkatkan angka produksi makanan, tingkat teknologi, modal, lahan penghasilan diserahkan pada penduduk target. Jadi, angka kematian, dikarenakan kelaparan, mungkin akan naik ke level sebelumnya, bahkan mungkin lebih tinggi. Program vaksin tidak akan mempengaruhi angka kematian, mungkin hanya mengubah penyebab-penyebab kematian.

Contoh ini menunjukkan, sekalipun suatu program dari perubahan terencana mempunyai keuntungan-keuntungan, tetap perlu diberikan banyak pemikiran dan penelitian mengenai efek jangka panjangnya.

Debbra Picchi bertanya kepada suku Indian Bakairi dari sebuah program yang diselenggarakan Brazilian Indian Foundation (FUNAI) untuk memproduksi beras dengan teknologi mesin, tentang efek jangka panjang. Suku Bakairi dari daerah Mato Grasso mempraktikkan holtikultur dengan cara tebas-bakar secara besar-besaran di hutan-hutan sepanjang sungai, dengan tambahan (sampingan) beternak, mencari ikan, dan berburu. pada awal abad ke-20, populasi mereka telah merosot sampai 150 orang dan mereka memberikan cadangan yang relatif sedikit. Beberapa dari hutan-hutan tersebut adalah hutan wisata,  tetapi bagian yang lebih besar terbakar dan tidak subur.

Ketika populasi Bakairi mulai meningkat, FUNAI memperkenalkan sebuah pola untuk menanam padi pada lahan yang tadinya merupakan lahan infertil, menggunakan mesin, insektisida, dan pupuk. FUNAI membayar biaya untuk tahun pertama dan berharap pada tahun ke-3 pola itu akan dapat berdikari (mencukupi kebutuhannya sendiri). Proyek itu tidak berjalan terlalu baik karena FUNAI tidak mengirimkan semua alat-alat yang diperlukan dan tidak memberikan pengarahan yang tepat. Sehingga hanya setengah dari padi yang diharapkan yang dapat diproduksi. Akan tetapi, hal itu tetap menunjukkan bahwa hasil panen ini lebih banyak dari sebelumnya. Jadi,  pada dasanya program tersebut itu sudah menguntungkan mereka.

Namun, ada efek-efek negatif yang tidak diperkirakan. Secara ilmu gizi, dipastikan, Bakairi mengembangkan makanan karbohidrat tambahan, tetapi penggunaan lahan infertil (cerrado) untuk agrikultur (bercocok tanam) mengurangi area dimana hewan-hewan ternak dapat digembalakan. Hewan ternak merupakan sumber penting dari protein berkualitas tinggi. Jadi, proses mekanisasi agrikultur telah mengurangi ketersediaan protein hewani. Proses mekanisasi juga membuat Suku Bakairi lebih ketergantungan untuk membeli bahan bakar, insektisida, pupuk dan melakukan perbaikan-perbaikan, tetapi biaya yang diperlukan sangat banyak. Disisi lain hanya sebagian individu yang dapat memperoleh penghasilan, biasanya kaum pria. Hal ini menciptakan ketidakmerataan penghasilan.  Namun, dari keadaan ini sebagian suku Bakairi diuntungkan.

Kegagalan-kegagalan ini tidak sepenuhnya kesalahan dari para ahli antropologi. Kebanyakan hal-hal dari perubahan yang direncanakan pemerintah dan agen lainnya biasanya dimulai tanpa masukan atau saran dari para ahli antropologi. Antropologi terapan memainkan peranan penting dalam menunjukkan masalah-masalah yang berhubungan dengan program yang gagal untuk mengevaluasi akibat-akibat jangka panjang. Evaluasi yang demikian merupakan bagian penting untuk meyakinkan pemerintah dan agen lainnya untuk meminta pertolongan yang berhubungan dengan antropologi di tempat pertama. Sebenarnya pengalaman gagal adalah mempelajari pengalaman.  Para ahli antropologi terapan yang mempelajari contoh sebelumnya dari perubahan terencana dapat sering belajar banyak sekali tentang apa yang mungkin atau tidak mungkin menjadi keuntungan dalam jangka panjang.

Keuntungan-keuntungan dari program-program atau upaya-upaya terapan terkadang nyata. Sebagai contoh, Haiti mempunyai pengalaman penebangan hutan yang serius. Prosesnya berawal saat zaman kolonial ketika orang-orang Spanyol mengekspor kayu dan orang-orang Prancis membersihkan hutan-hutan untuk menanam tebu, kopi dan nila. Setelah kemerdekaan Haiti, perusahan-perusahaan kayu asing melanjutkan penebangan dan penjualan kayu. Kayu diperlukan oleh penduduk lokal untuk bahan bakar dan pembangunan, tetapi peningkatan populasi yang cepat telah menaikkan permintaan akan bahan bakar dan kayu, dan pohon-pohon berkurang dengan cepat. Hilangnya pohon juga mempercepat erosi pada permukaan tanah. Ahli kehutanan, ahli lingkungan dan ahli antropologi semuanya setuju mengenai kebutuhan untuk menghentikan kecenderungan ini. Bagaimana menghasilkan perubahan yang tepat adalah tidak mudah. Semakin miskin orang, maka lebih mungkin mereka menebang pohon untuk dijual. Setelah banyak proyek-proyek perbaikan hutan yang gagal, seorang antropologi diminta untuk membantu merancang sebuah program yang akan bekerja, dan itu telah bekerja.

Membawa kembali Pohon ke Haiti

Tak seorangpun yang tidak setuju begitu Haiti perlu mengganti tumbuh-tumbuhan yang hilang. Tidak hanya tumbuh-tumbuhan yang penting untuk mencegah erosi tanah, tetapi kayu yang dibutuhkan untuk bahan bakar dan pembangunan. Populasi yang berlebih sudah mengurangi lahan ntuk para petani miskin. Meningkatnya kepadatan di kota, permintaan untuk kayu pun meningkat. Lalu rakyat miskin memotong beberapa sisi pepohonan untuk di jual kayunya di kota. Para perncana tahu bahwa reboisassi dibutuhkan, tapi program reboisasi sederhana gagal atau tidak karuan. Kenapa?

Mengerti mengapa proyek sebelumnya gagal adalah langkah pertama dalam menolong Gerald Murray pola proyek efektif. Satu masalah kelihatannya sudah adalah bahwa proyek sebelumnya diatur oleh Menteri Pertanian.

Pohon semaian bahwa diberi jauh diserahkan ke sebagai “The state’s trees”. Oleh sebab itu, ketika karyawan proyek menyuruh petani tidak menebang pohon baru supaya melindungi lingkungan, petani mengambil rekening ini untuk berarti bahwa meminjamkan di yang pohon ditanam mungkin dianggap sebagai tanah pemerintah, yang petani tidak bisa peduli kurang tentang. Di perbedaan menyolok, di proyek melamar oleh Murray, organisasi sukarela yang pribadi daripada pemerintah Haiti bekas menyebarkan pohon. Petani diberi tahu bahwa mereka adalah pemilik pohon.

Kemilikan itu termasuk hak untuk memotong pohon dan menjual hutan, baru saja selama mereka berbisnis tanaman pangan-tanaman pangan. Di petani proyek sebelumnya diberi berat, sukar mengangkut semaian yang memerlukan musim lama untuk masak. Mereka diberi tahu untuk menanam di besar komunal woodlot, gagasan tidak konsisten dengan perjanjian hak menetap negeri Haiti yang lebih individualis. In rencana baru, semaian pohon diberi jauh adalah spesies yang tumbuh cepat yang masak pada hanya empat tahun saja. Lagi, semaian baru sangat kecil dan bisa ditanam dengan cepat. Barangkali paling penting semua, pohon baru bisa ditanam di batas atau ditaburkan di antara tanaman pangan lain, mengganggu kecil pola tanaman pangan tradisional.

Kepada Murray hebat mengherankan, menjelang akhir dua tahun, 2,500 palka rumah Haiti sudah menanam 3 juta semaian. Menjelang akhir empat years,75.000 palka rumah sudah menanam 20 juta pohon. Juga petani tidak buru-buru ke bulu burung luka pohon. Karena menanam pohon tidak busuk, petani sedang menunda potongan dan penjualan mereka sampai mereka memerlukan uang. Begitu malah lewat petani diberi tahu bahwa semuanya benar untuk menebang pohon, kebalikan pernyataan sampai pesan proyek reboisasi sebelumnya, pemandangan terisi penuh dengan pohon.  Murray’s panjang peserta pengamatan dan mewawancarai sudah menolongnya meramalkan apa yang mungkin cocok dengan keperluan petani Haiti. Gagasan bahwa kayu bisa menjadi hasil bumi untuk dijual dapat dipasarkan yang penting ialah lebih banyak lagi konsisten dengan petani ada kelakuan, mereka sudah menjual tanaman pangan-tanaman pangan dengan harga uang ketika mereka memerlukannya. Perbedaan sekarang adalah itu lebih baik daripada memintas ke bawah kayu yang dewasa secara alami, mereka sedang mengangkat kayu baru saja selama mereka mengangkat tanaman pangan lain.

Lebih banyak menjadi diketahui bahwa antropolog bisa menolong dalam melaksanakan program, lebih sering agen perkembangan dan pemerintah akan berpaling kepada mereka untuk nasehat.

\Kesulitan dalam Melembagakan Perubahan Terencana

Mengubah sebuah program dari perencanaan dapat dilaksanakan dengan sukses sangat bergantung pada apakah populasi yang ditargetkan menginginkan usulan perubahan dan menyukai program yang diusulkan. Sebelum mencoba membuat perubahan, sang pembaharu harus menentukan apakah populasi target menyadari keuntungan dari usulan perubahan. Kurangnya kesadaran populasi target dapat menjadi sebuah rintangan sementara untuk memecahkan masalah yang ada. Sebagai contoh, para pekerja kesehatan terkadang mengalami kesulitan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka akan sakit karena ada sesuatu yang salah pada persediaan air mereka. Banyak orang tidak percaya bahwa penyakit dapat mewabah dari air. Namun, terkadang populasi target menyadari betul masalah tersebut. Sebuah kasus terjadi pada seorang wanita Taiwan yang memperkenalkan metode keluarga berencana pada tahun 1960. Wanita itu tahu mereka akan memiliki lebih banyak anak daripada yang mereka inginkan, dan mereka ingin mengontrol angka kelahiran pada masyarakatnya. Orang-orang tidak memberikan perlawanan – mereka diberikan alat yang tepat dan cara menggunakannya, dan angka kelahiran turun dengan cepat ke level yang lebih diinginkan dan lebih terkontro

Pertahanan Populasi Target

Tidak semua perubahan program yang diusulkan bermanfaat bagi populasi target. Terkadang perlawanan adalah hal yang masuk akal. Para ahli antropologi terapan telah menitikberatkan pada kasus di mana keputusan dari populasi yang dibuat telah lebih baik dari pada agen-agen perubahan. Sebuah contoh terjadi ketika pemerintah Venezuela menggalakkan program untuk memberikan susu bubuk pada bayi yang baru lahir. Para ibu menolak susu tersebut, walaupun susu tersebut gratis, karena pada dasarnya keputusan itu menganggap bahwa susu ibu (ASI) tidak baik. Tapi, siapa yang mengatakan bahwa perlawanan itu tidak memiliki landasan fakta yang kuat untuk mencerminkan sebuah peringatan bahwa program pemberian susu bubuk tidak akan bermanfaat bagi anak-anak? Penelitian kesehatan saat ini mengindikasikan dengan jelas bahwa ASI  jauh lebih unggul daripada susu bubuk formula. Alasan pertama, ASI adalah susu terbaik yang dapat menyuplai nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan ketika tubuh manusia tumbuh dan berkembang. Kedua, saat ini telah diketahui bahwa seorang ibu, melalui air susunya dapat mengirimkan anti-body kepada banyinya. Dan yang ketiga, merawat bayi (menyusui) menunda terjadinya ovulasi dan biasanya menambah panjang jarak waktu antar kelahiran.

Pengantian ASI ke susu bubuk dan susu formula pada banyak daerah berkembang akan menghasilkan bencana, mengakibatkan naiknya angka gizi buruk dan kesengsaraan. Hal pertama yang menyebabkannya, susu bubuk harus dicampur dengan air, tetapi bila air dan botol tidak disterilkan, banyak penyakit akan bermunculan. Kemudian, jika susu bubuk harus dibeli, para ibu yang tidak memiliki uang akan dipaksa untuk mencampur susu bubuk sehingga menjadi lebih banyak. Dan jika seorang ibu memberi bayinnya susu formula atau susu bubuk, bahkan untuk waktu yang singkat, akan terjadi hal tragis yang tidak bias dikembalikan lagi. ASI yang dimilikinya akan habis dan dia tidak bisa menyusui lagi meskipun dia menginginkannya.

Menerapkan atau mempraktekkan ilmu antropologi sebagai pernyataan adalah dengan tegas mengenai pembuatan pengetahuan antropologi yang berguna. Banyak  antropolog terapan yang ikut serta dalam atau mengevaluasi program-program dengan maksud meningkatkan kehidupan masyarakat. Menerapkan atau mempraktekkan antropolog mungkin rumit dalam satu atau lebih tahap program; berkumpul sesuai pengetahuan, pengembangan perencanaan, menaksir kemungkinan sosial dan pengaruh lingkungan perencanaan khusus, menerapkan program,  dan mengawasi program dan efek nya. dan masih cara-cara lain untuk menggunakan antropologi. salah satu dari mereka, makin meningkat diketahui umum dan dibahas pada akhir bab ini, di antropologi forensik penggunaan antropologi membantu memecahkan kejahatan. jenis penerapan kerja lainnya yaitu pembelajaran “pengaruh sosial” diperlukan berhubungan dengan banyak program yang dibiayai oleh pemerintah atau pihak swasta. sebagai contoh, arkeolog digaji untuk belajar, mencatat,  dan memelihara “sumber daya kebudayaan” yang akan diganggu atau dibasmi oleh proyek bangunan.

Jelaslah, keduanya dasar dan riset terapan mungkin dimotivasi oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, tetapi ini sering sulit untuk menentukan jika proyek tertentu itu dasar atau terapan. Sebagai contoh, anggap belajar kemungkinan penyebab perang, hasilnya mungkin menyarankan bagaimana resiko perang mungkin dikurangi. Apakah seperti itu belajar dasar atau riset terapan? Kami mengatakan ini keduanya. Kesamaan dapat dikatakan untuk riset kepurbakalaan di lokasi bangunan, yang mungkin diperlukan oleh memelihara atau sedikitnya situs catatan keistimewaan. Data ditemukan (dan tercatat atau terpelihara) di situs mungkin atau tidak mungkin sesuai untuk penyebab atau terbitan teoritis lain di arkeologi atau antropologi secara umum.  Perubahan skala besar dari suatu perencanaan tidak hanya berdampak pada kehidupan banyak orang.  Hal tersebut juga berdampak pada sejarah arkeologi yang tertinggal dari pendahulu mereka.

Memperbaiki dan memelihara benda bersejarah sebelum program perencanaan pengganti mengganggu atau menghancurkan benda bersejarah disebut Manajemen Sumber Kebudayaan (MSK).  MSK biasanya dipakai oleh para arkeolog yang biasa disebut “arkeolog kontrak”. Karena mereka biasanya bekerja di bawah kontrak untuk lembaga pemerintahan, privat pembangun atau grup masyarakat asli dari daerah tersebut.

Apa efek dari program perencanaan pengganti bagi benda-benda bersejarah?

Pada 1960an banyak proyek bendungaan hidoelektrik diajukan untuk menghalau banjir dan membawa kestabilan sumber kekuatan listrik untuk membangun negara. Di Mesir, bendungan dibuat di sungai Nil, di tempat yang disebut Aswan.

Arkeolog sadar bahwa apabila di sana akan dibangun bendungan, maka akan tercipta sebuah danau super besar yang akan menenggelamkan ribuan tempat bersejarah termasuk kuil besar dari Rameses II.

Harus ada sesuatu untuk dikerjakan: benda-benda bersejarah harus dilindungi, dalam bahasa MSK, perlu ditempatkan rencana meredakan dalam pergerakan. Dan memang, ketika Aswan sedang dibangun. Arkeolog pergi menyelamatkan tempat-tempat bersejarah yang kira-kira akan diterpa banjir.

Arkeolog dan sarjana teknik bekerja sama dan memutuskan untuk mengambil bagian-bagian dari kuil Rameses II dan membangun kembali kuil tersebut di tempat yang lebih tinggi dan tidak akan terkena banjir.  Kuil itu selesai dibangun pada 1965 dan pada ketika itu, ribuan tempat bersejarah sudah diselamatkan dan 2 kuil besar dipindah.

Proyek pembangunan berskala besar bukan hanya satu-satunya proyek yang meliputi arkeolo MSK. Pada banyak negar, termasuk AS dan Kanada, penjagaan hukum sejarah membutuhkan proyek apa saja yang menerima pembiayaan federal untuk menjamin sumber penerimaan arkeolog terlindungi atau mereka akan terancam ditiadakan.

Proyek pembangunan Jalan Raya di Amerika Serikat adalah tempat dimana kita akan bisa melihat para arkeolog MSK bekerja. Pada kenyataannya,  semua pembangunan jalan raya didanai oleh pihak federal, dan sebelum sebuah jalan raya dibuat, para arkeolog akan meninjau hak-hak pengusulan jalan raya yang dibuat. Jika ada tempat bersejarah yang ditemukan, segala macam tindakan yang berbahaya harus segera ditiadakan.  Arkeolog MSK akan bekerja sama dengan perusahaan konstruksi, negara bagian, dan mungkin saja pihak federal untuk memutuskan tindakan yang terbaik. pada umumnya, tempat bersejarah akan digali atau bila tidak hak pembuatan jalan raya itu akan dicabut. Selain itu, bisa saja tempat bersejarah itu malah akan dihancurkan, karena terlalu memakan biaya banyak untuk pemindahannya atau bila diputuskan bahwa tempat itu tidak begitu penting.  Tetap saja, arkeolog memegang peranan penting dalam menaksir dan melindungi peninggalan bersejarah.

Arkeologi MSK bekerja tidak hanya untuk negara atau agen federal, tetapi di banyak negara, sekarang ini banyak Arkeologi MSK juga bekerja untuk penduduk asli untuk melindungi, menempatkan dan mengatur material arkeoli untuk mereka.  Benar saja,Arkeolog John Ravesloot baru-baru ini mengatakan, “pada masa depan, arkeolog Amerika akan bersama dengan komunitas Indian dan berfungsi aktif, tidak pasif. berpartisipasi di interpretasi , manajemen dan menempatkan warisan kebudayaan.

Satu contoh, adalah kerja sama antara masalah Pusaka Zuni dengan Kantor Penmpatan Sejarah. Selama 1970, Pueblo Zuni memutuskan perlu untuk melatih anggota suku dengan arkeologi untuk memutuskan kebudayaan Zuni dan propertinya diatur dengan tepat.

Pueblo menyewa 3 arkeolog profesional dan asisten dari Layanan Taman Nasional dan Musium Negara Arizona untuk mengajukan program untuk melatih dan mempekerjakan anggota suku dengan manajemen yang bersumber pada kebudayaan. Bekerja degan bukan-zuni arkeolog, Pueblo Zuni dapat mendirikan kantor pemeliharaan sejarah sendiri yang kini mengatur dan mengkoordinasi semua pemesanan tempat Zuni, tugas yang tadinya diatur oleh pemerintahan federal hingga tahun 1992.

Pueblo juga mendirikan Perusahaan Kebudayaan Zuni, bisnis milik sendiri-Zuni yang mempekerjakan Zuni dan non-Zuni Arkeolog dan mendapat kontrak arkeologis dari tempat Zuni dan non-Zuni pula.

Sumber kebudayaan tumbuh pada daerah yang berkembang

Pada tahun 1994, survey tingkah laku dilakukan oleh Pemimpin Arkeologi Amerika menunjukkan bahwa lebih dari 25% arkeolog AS sekarang bekerja di perusahaan MSk, dan 25% lainnya bekerja untuk negara dan perusahaan negara. Sebanyak 50% arkeolog di AS memiliki pekerjaan yang berhubungan langsung dengan MSK. Karena perkembangan dan proyek konstruksi yang terus menerus berdampak pada benda-benda peninggalan bersejarah, sehingga kebutuhan akan tenaga profesional arkeolog MSK juga menurun.
Penerapan antropologi

1. Antropologi dan Bisnis

Hanya secara relatif baru-baru ini punya orang pembisnis datang untuk menyadari bahwa antropolog punya pengetahuan yang berguna untuk dikkontribusikan, terutama mengenai globalisasi perdagangan, meningkatkan investasi di internasional dan usaha patungan,  dan menyebarkan perusahaan multinasional. apa yang dapat antropologi tawarkan? salah satu kontribusi antropologi paling utama adalah kesepakatan berapa banyak budaya yang dapat mempengaruhi hubungan diantara orang yang berbeda budaya. sebagai contoh, antropolog mengetahui bahwa komunikasi jauh lebih daripada kesepakatan resmi dalam bahasa lainnya. orang di berbagai negara, seperti Amerika, mengharapkan ketegasan, pesan-pesan lisan sederhana,  tetapi orang di negara lain banyak yang tidak langsung dalam pesan-pesan lisan mereka. di jepang dan cina, sebagai contoh, pesan-pesan negatif kurang mungkin daripada pesan-pesan yang menyatakan basa-basi dan keakuran. banyak budaya timur memiliki jalan mengatakan tidak tanpa mengatakan kata-kata.

Ini juga penting untuk mengerti bahwa perbedaan budaya mungkin memiliki perbedaan nilai. orang di Amerika menempatkan nilai tinggi untuk dirinya sendiri,  tetapi seperti yang kami diskusikan di bab psikologi dan kebudayaan, kepentingan dalam hubungan dengan orang lain mungkin harus didahulukan  melalui sendiri unutk kebutuhan di tempat lain. orang Amerika memberatkan masa depan, pemuda, ketidakformalan,  dan daya saing,  tetapi di sisi sosieti lain sering berlawanan. dalam beberapa susunan bisnis, barangkali tidak ada perbedaan semenonjol seperti nilai sebagai tempat budaya. seperti yang kami katakan, ” waktu adalah uang. ” jika suatu pertemuan diatur dan orang lain terlambat, katakan, 45 menit, orang dari Amerika menganggap ini kasar;  tetapi penundaan seperti itu baik dalam jarak kelakuan dapat diterima di banyak negara amerika selatan.

Antropolog telah membantu urusan menjadi sadar akan “budaya” (mereka sendiri kadang-kadang berkenaan sebagai budaya organisasi). budaya organisatoris urusan mungkin turut campur dengan penerimaan terhadap jenis pekerja baru ,  atau ini mungkin turut campur dengan mengubah keperluan bisnis. jika bagian-bagian dari budaya itu perlu untuk diubah, ini keperluan pertama untuk mengenali apa yang budaya liputi dan mengerti bagaimana dan mengapa ini membangun jalannya. antropolog tahu bagaimana cara mengenali pola kebudayaan dasar pengamatan sistematik dan mewawancarai individu.

Antropolog jill kleinberg mempelajari enam pemilik perusahaan orang Jepang di Amerika untuk mengerti pengaruh keduanya budaya yang lebih besar dan budaya organisatoris tempat kerja. semua enam perusahaan mempekerjakan keduanya orang jepang dan orang amerika, meskipun orang Jepang mendominasi posisi managerial. sasaran utama belajar adalah menemukan mengapa ada ketegangan dapat mempertimbangkan di enam perusahaan. pesanan bisnis kleinberg pertama  ke orang wawancara tentang melihat dari pandangan kerja mereka dan pekerjaan mereka. dia menemukan perbedaan jelas diantara karyawan jepang dan karyawan amerika tampak mencerminkan perbedaan kebudayaan itu lebih luas. amerika menginginkan definisi yang jelas mengenai pekerjaan dan lampirkan pertanggungjawabannya,  dan mereka juga menginginkan jabatan pekerjaan mereka , kekuasaan, benar,  dan bayar ke pertandingan dengan teliti. jepang, sebaliknya, menekankan perlu untuk;menjadi fleksibel di tanggung jawab mereka sebaik tugas mereka. mereka juga merasa bagian dari itu tanggungjawab mereka membantu assisten mereka. (lihat kotak “lakukan sekolah mengajar nilai?” di bab di psikologi dan kebudayaan, di mana kami membahas orang Jepang sebelum masuk sekolah dan penekanan mereka di balik grup. ) amerika gelisah karena manajer jepang tidak menunjukkan apa yang sebenarnya pekerja diharapkan untuk bekerja; bahkan ada diskripsi tugas, manager tidak muncul memperhatikan ini. amerika diberi informasi kecil, menghilangkan pengambilan keputusan,  dan menghalangi oleh ketiadaan peluang ke kemajuan. Orang Jepang berpikir bahwa orang amerika terlalu jepang keras mengatur, terlalu mengenai dengan uang dan kekuasaan,  dan terlalu mengenai dengan minat mereka sendiri.

Ketidakpuasan masalah di beberapa urusan. ketidakhadiran, pergantian tinggi,  dan ketiadaan perangsang hati-hati semua merugikan pekerjaan penampilan dan kemampuan bisnis. kleinberg merekomendasikan memberikan semua karyawan banyak informasi tentang perusahaan sebaik melaksanakan latihan sidang tentang perbedaan antar budaya di urusan kebudayaan. dia juga merekomendasikan membuat filsafat manajemen jepang banyak sepanjang eksplisit menggunakan proses sehingga perusahaan akan dapat menemukan amerika siapa falsafah lalu;maka enak. tetapi dia juga bahwa disarankan managerial struktur agak “americanized” sehingga amerika karyawan dapat merasakan dengan lancar. akhirnya, dia merekomendasikan amerika itu memberi banyak managerial posisi dan hubungan dengan pasangan jepang mereka seberang laut. saran ini boleh tidak menghancurkan semua masalah,  tetapi mereka akan menambah saling pengertian dan percayai.

Dengan sebuah cara, kemudian, seperti catatan-catatan  Keajaiban Andrew, bekerja antropolog praktek mirip kepada shaman di tradisional sosial. orang-orang siapa mempersilahkan dukun untuk membantu percaya akan kemampuan mereka dalam membantu,  dan dukun mencoba untuk menemukan jalan menguasakan langganan untuk berpikir secara positif. memastikan, ada perbedaan mendalam diantara dukun dan antropolog terapan. barangkali paling utama bahwa menerapkan antropolog menggunakan riset, tidak kesurupan atau kegaiban, mempengaruhi organisatoris menyembuhkan. Seperti seorang dukun, akan tetapi, terapan harus membuat diagnosa dapat dimengerti dan bantu langganan lihat jalan ke sehat dan mengembalikan kekuatan.

2.  Antropologi Forensik

Banyak dari kita memiliki ketertarikan terhadap cerita detektif. Kita tertarik  pada sebuah kriminalitas dan menyelidiki penyebab dari apa yang terjadi, dan kami suka membacanya, fiksi atau bukan fiksi. Antropologi forensic merupakan bagian dari ilmu antropologi yang mendalami pemecahan masalah criminal. Ilmu ini merupakan sebuah daya tarik yang meningkatkan perhatian masyarakat, dan sebuah peningkatan pelaksana. Seorang ahli antropologi mengatakan bahwa dia dipanggil “wanita tulang” oleh anggota pelaksana undang-undang. Seperti yang lainnya di dalam garis kerja, dia diminta untuk menggali atau memeriksa tulang manusia untuk membantu menyelesaikan masalah kriminalitas. Seringkali, tugas itu sangatlah mudah: Apakah ini tulang dari seorang laki-laki atau perempuan? Berapa umur orang tersebut? Ahli antropologi forensic dapat menjawab pertanyaan seperti itu dengan mudah, lebih utama lagi jika sisa-sisa itu termasuk sebagian besar tulang dari kerangka. Di lain waktu, pertanyaan itu mungkin lebih sulit untuk dijawab. Contohnya, seorang antropologi forensic  dapat mengatakan bahwa sebuah tengkorak mungkin dari seorang laki-laki Asia?( Seorang Polisi mencurigai bahwa sisa kerangka yang mereka temukan adalah berasal dari seorang laki-laki asia yang menghilang secara misterius lima tahun yang lalu). Tetapi ini cukup sulit untuk memberikan sebuah pengelompokan ketidakambiguan “rasial” bagi kehidupan manusia. Tulang sendiri lebih ambigu karena berbeda ciri-ciri di dalam kerangka tidak semua jenis didalam sebuah hubungan, sebagai catatan dalam diskusi awal kita dari “ras”dalam sebuah bab dalam pengelompokan social. Masih, seorang ahli antropologi forensic dapat menemukan penyebab dari sebuah kematian ketika orang-orang pelaksana undang-undang kebingungan menyelesaikannya.

Beberapa ahli antropologi budaya juga mempunyai pekerjaan forensic,  seringkali erat  hubungannya dengan kasus yang menyangkut undang-undang penduduk asli Amerika. Contohnya, pada tahun 1978, Barbara Joans diminta untuk menasehati pembelaan dalam sebuah pemeriksaan  enam perempuan tua Bannock Shoshoni dari tempat penampungan Fort Hall, yang mana mereka menjadi terdakwa. Mereka telah mendapatkan “penambahan pengamanan tambahan”, yang mana lembaga pelayanan social menyatakan mereka tidak tepat mendapatkannya karena mereka dilaporkan meminjam uang untuk lahan yang mereka punya. Joans diperkenalkan dengan perempuan-perempuan tersebut, meskipun mereka berbicara menggunakan beberapa bahasa inggris ,yang tidak mempunyai kemampuan beradaptasi  yang cukup untuk memngerti suasana dari apa yang disampaikan pengurus SSI kepada mereka. Hakim setuju dengan keputusan dan peraturan yang  akan digunakan SSI terhadap seorang ahli bahasa Bannock-Shoshoni ketika mereka pergi ke tempat penampungan untuk syarat dari program tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Clyde Snow dan beberapa ahli antropologi forensic lainnya, singgah untuk menyampaikan tentang perampasan hak-hak manusia yang menghebohkan. Pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap kasus pembunuhan berencana dari warga kotanya dan ahli antropologi forensic diminta tolong untuk membawa kasus ini ke pengadilan. Contohnya, Snow dan ahli antropologi forensic lainnya dimintai bantuannya untuk  menegaskan tentang kediktatoran militer di Argentina, pada tahun 1980-an, yang harus bertanggung jawab terhadap kematian banyak masyarakat sipil di Argentina yang telah “hilang”. Ahli antropologi forensic juga dapat menemukan lokasi dari kuburan massal dan identitas dari  bencana kriminalitas yang diatur di negara bagian Guatemala. Di tambah lagi, untuk membawa masalah ini ke pengadilan, penegasan bahwa pembunuhan besar-besaran dan pengidentifikasian bencana membantu keluarga dari yang orang-orang yang hilang menempatkan kesedihan mendalam di belakang mereka. Sebuah siding special ( dinamakan “ TIdak tertutupnya kehilangan”: Clyde Snow dan  ahli antropologi forensic bekerja untuk pengadilan”) pada pertemuan tahunan dari Asosiasi antropolog Amerika pada bulan november tahun 2000 terkenal Snow dan antropolog forensic lainnya.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s