Yuk, kita jaga air dengan teknologi sederhana.. (2)

PENGOLAHAN AIR SUNGAI/GAMBUT SEDERHANA (SAID DAN WAHJONO,1999) UNTUK DAERAH PEDESAAN
Tulisan ini diikutkan Kompetisi Web Kompas MuDa & Aqua

Kalau tadi kita telah membahas teknologi praktis untuk merawat dan mengolah air di daerah perkotaan. Kini, kita akan membahas teknologi praktis untuk merawat dan mengolah air di daerah pedesaan.

Banyak desa-desa terpencil di Indonesia yang masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih karena sumber air yang tak memenuhi prasyarat kesehatan. Di desa-desa ini, PAM sulit untuk membangun sistem pengolahan yang terpadu karena membutuhkan biaya yang cukup besar mengingat letak rumah yang berjauhan dalam satu desa. Dengan kondisi air yang tak memenuhi prasyarat kesehatan ini, penduduk desa yang menderita penyakit akibat penggunaan air minum yang kurang bersih masih tinggi.

Nah, untuk menjawab permasalahan itu, kita bisa membuat sebuah alat sederhana yang merupakan paket daru Tong, pengaduk, pompa aerasi dan saringan pasir atau disingkat dengan Model TP2AS. Alat ini dapat digunakan untuk mengolah air gambut, air sungai atau air yang mengandung zat besi yang cukup tinggi  di pedesaan dengan biaya yang sangat murah.

Gambar 1. alat pengolahan air gambut sederhana

Yuk kenali bahan, alat dan cara pembuatannya..

Bahan-bahan yang diperlukan

No Bahan Satuan Jumlah
1 Tanki Fiber glass Volume 500 liter Buah 1
2 Tong kran plastik, volume 20 atau 40 liter Buah 1
3 Stop kran  “ Buah 1
4 Stop kran  “ Buah 2
5 Socket PVC drat luar  “ Buah 3
6 Socket PVC drat luar   “ Buah 3
7 Fauset PVC drat dalam  “ Buah 3
8 Fauset PVC drat luar   “ buah 2
9 Pipa PVC  “ Batang 1
10 Pipa PVC  “ Batang 1
11 Slang plastik  “ Meter 6
12 Pompa tekan Buah 1
13 Ember plastik Buah 2
14 Spons busa, tebal 2 cm Lembar 1
15 Kerikil , diameter 1-2 cm Kg 5
16 Pasir silika Kg 25
17 Arang Kg 5
18 Ijuk Ikat 1
19 Kapur gamping - -
20 Tawas - -
21 Kaporit bubuk - -

Setelah mengetahui bahan yang diperlukan, mari kita liat dulu tahapannya:

  1. Netralisasi dengan pemberian batu gamping/kapur
  2. Aerasi dengan pemompaan udara
  3. Koagulasi dengan pemberian tawas
  4. Pengendapan
  5. Penyaringan

Gambar 2. Proses penyaringan

Berikut adalah peralatan yang kita butuhkan untuk membuat alat ini:

1. Tong/Tangki penampung

Terdiri dari drum plastik dengan volume 220 liter. Drum tersebut dilengkapi dengan dua buah kran yaitu untuk mengalirkan air ke bak penyaring dan untuk saluran penguras. Pada dasar drum sebelah dalam diplester dengan semen sehingga berbentuk seperti kerucut untuk memudahkan pengurasan. Selain itu, kita juga dapat memakai tangki fiber glas volume 550 liter yang dilengkapi dengan kran pengeluaran lumpur. Tong atau tangki penampung dapat juga dibuat dari bahan lain misalnya dari tong bekas minyak volume 200 liter atau bahan gerabah. Fungsi dari drum adalah untuk menampung air baku, untuk proses aerasi (pemberia udara), untuk proses koagulasi, dan flokasi untuk pengendapan.

2. Pompa Aerasi

Pompa aerasi terdiri dari pompa tekan (pompa sepeda) dengan penampang 5 cm, tinggi tabung 50 cm. Fungsi pompa adalah untuk menghembuskan udara kedalam air baku agar zat besi atau mangan terlarut dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada kemudian membentuk oksida besi atau oksida mangan yang dapat diendapkan. Pompa tersebut dihubungkan dengan pipa aerator untuk menyebarkan udara yang dihembuskan oleh pompa ke dalam air baku. Pipa aerator terbuat dari selang plastik dengan penampang 0,8 cm, yang dibentuk seperti spiral dan permukaannya dibuat berlubang-lubang, jarak tiap lubang kurang lebih 2 cm.

Gambar 3. Gambar Pipa aerator

  1. Bak penyaring

Bak penyaring terdiri dari bak plastik berbentuk kotak dengan tinggi 40 cm dan luas penampang 25X25 cm serta dilengkapi dengan sebuah keran di sebelah bawah. Untuk media penyaring digunakan pasir, kerikil, arang dan ijuk. Susunan media penyaring dari yang paling dasar ke atas adalah sebagai berikut:

  • Lapisan 1: kerikil koral dengan diameter 1-3cm, tebal 5 cm
  • Lapisan 2: ijuk dengan ketebalan 5 cm
  • Lapisan 3: arang kayu dengan ketebalan 5-10 cm
  • Lapisan 4: kerikil kecil diameter kurang lebih 5 mm, dengan ketebalan kurang lebih 5 cm
  • Lapisan 5 : pasir silika, diameter 0,5mm, ketebalan 10-15 cm
  • Lapisan 6: kerikil, diameter 3 cm, tebal 3-6 cm.

Diantara lapisan 4 dan5, dan lapisan 5 dan 6 dapat diberi spons atau kasa plastik untuk memudahkan pada waktu melakukan pencucian saringan.

Gambar 4. Gambar bak penyaring

Jika peralatan dan bahan sudah siap, alat TPA2S pun siap dibuat, berikut cara pembuatannya:

  1. Masukkan air baku ke dalam tangki penampung sampai penuh (550 liter).
  2. Larutkan 60-80 gram bubuk kapur/gamping (4-6 sendok makan) ke dalam ember kecil yang berisi air baku, kemudian masukkan ke dalam tangki dan aduk hingga merata.
  3. Masukkan slang aerasi ke dalam tangki sampai ke dasarnya dan lakukan pemompaan sebanyak 50-100 kali, setelah itu angkat kembali slang aerasi.
  4. Larutkan 60-80 gram bubuk tawas (4-6 sendok makan) ke dalam ember kecil, lalu masukkan ke dalam air baku yang telah diaerasi. Aduk secara cepat dengan arah putaran yang sama selama 1-2 menit. Setelah itu, pengaduk diangkat dan biarkan air dalam tangki berputar sampai berhenti dengan sendirinya dan biarkan 45-60 menit.
  5. Buka kran penguras untuk mengeluarkan endapan kotoran yang terjadi, kemudian tutup kembali.
  6. Buka kran pengeluaran dan alirkan ke bak penyaring. Buka kran saringan dan usahakan agar air dalam saringan tidak meluap.
  7. Tampung air olahan (air bersih) dan simpan di tempat yang bersih. Jika digunakan untuk minum, sebaiknya dimasak terlebih dahulu.

Gambar 5. Hasil dari alat pengolahan air gambut sederhana

About these ads

6 thoughts on “Yuk, kita jaga air dengan teknologi sederhana.. (2)

  1. Selamat pagi semuanya…..alhamdulilah ternyata masalah air sekarang sudah menadapat banyak perhatian dari adik-adik pelajar indonesia, sangat membanggakan jika masalah air sudah menjadi perhatian pemuda-pemudi bangsa indonesia, ada hal lain juga yang harus menjadi perhatian kita, yaitu SANITASI !!!. Kita harus peduli masalah sanitasi di Indonesia.. Kita semua harus peduli Sanitasi, penanganan sampah, drainase dan air limbah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s