Fakultas Kesehatan Masyarakat

Banyak orang yang bertanya kepada saya “fakultas kesehatan masyarakat itu kerjanya ngapain sih?nanti kerjanya di pusat kesehatan masyarakat ya?” Pertanyaan itu terasa sangat menggelitik hati saya sekaligus menyinggung hati saya. Saya, sebagai salah satu mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat, merasa “disepelekan” dan “disisihkan” dengan pertanyaan itu.

Oke,mari saya mulai penjelasan kesehatan masyarakat dengan menjabarkan unsur-unsur kesehatan. Unsur-unsur kesehatan meliputi: preventif,promotif,kuratif dan rehabilitatif. Preventif adalah usaha untuk mencegah penyakit, promotif adalah usaha untuk menyebarluaskan perilaku kesehatan,kuratif adalah usaha untuk menyembuhkan serta rehabilitatif adalah usaha untuk memulihkan pasien dari kondisi sakit menjadi kondisi sehat seperti semula. So, dimana letak kesehatan masyarakat? Kesehatan masyarakat memegang 2 usaha kesehatan yaitu preventif dan promotif.

Semua usaha untuk mencegah penyakit dan promosi kesehatan dipegang oleh kesehatan masyarakat. Usaha-usaha ini tercermin dari peminatn-peminatan yang terdapat di fakultas kesehatan masyarakat (universitas indonesia): kesehatan lingkungan,kesehatan dan keselamatan kerja,epidemiologi,biostatistik,promosi kesehatan dan ilmu perilaku, kesehatan reproduksi,manajemen informasi kesehatan,gizi,manajemen rumah sakit,asuransi kesehatan,manajemen pelayanan kesehatan. Cukup banyak bukan? Tak hanyabisa berkerja sebagai pegawai puskesmas,tapi para ahli kesmas juga dapat berkerja di depkes,setiap pabrik, WHO,dll.

” Mencegah lebih baik daripada mengobati” sesuai dengan peribahasa itu maka konsep pencegahan yang dipegang oleh kesehatan masyarakat lebih baik dari pada konsep penyembuhan yang dipegang oleh kedokteran (maaf untuk para mahasiswa kedokteran dan dokter).

Iklan

5 thoughts on “Fakultas Kesehatan Masyarakat

  1. Dibanyak tempat kerja orang kesehatan masih didominasi dokter, kalau kita lihat di puskesmas terpencil, hampir tidak ada pekerja kesehatan masyarakat, semua dirangkap dokter, mohon pencerahanya

    • Saya hanya mahasiswa semester 3 di FKM UI, jadi sebelumnya saya mohon maaf atas keterbatasan ilmu saya. Iya memang di Indonesia peran kesehatan masih didominasi oleh orang kuratif dalam hal ini dokter. Hal ini bisa dibuktikan pada anggaran kesehatan APBN 2008 yang lebih dari 51% nya dialokasikan untuk kuratif sementara sisanya dialokasikan untuk promotif,preventiv serta rehabilitatif. Inilah yang menyebabkan masalah kesehatan di Indonesia tak kunjung selesai, karena pemerintah hanya memperhatikan orang-orang yang sakit, tapi kurang memperhatikan orang-orang yang sehat. Oleh karena itu, banyak orang-orang yang sembuh namun beberapa hari kemudian ada lagi orang yang ke dokter,terus menerus seperti itu. Mungkin karena pemerintah lebih menganggarkan APBN nya untuk kuratif maka peran dokter lebih dominan di sini. Dokter jarang yang bersedia di daerah-daerah terpencil yang banyak adalah bidan atau perawat yang justru merangkap profesi menjadi dokter padahal itu bukan bidang mereka. Mohon maaf apabila ada salah kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s