Nilai kejujuran dan cinta erotis

  1. NILAI KEJUJURAN

Nilai kejujuran berasal dari 2 kata yaitu nilai dan kejujuran. Nilai merupakan sesuatu yang menarik bagi kita,sesuatu yang kita cari, sesuatu yang menyenangkan,sesuatu yang disukai dan diinginkan,singkatnya,sesuatu yang baik. Sedangkan kejujuran yang akar katanya jujur adalah tidak berbohong,tidak curang,tulus dan ikhlas. Jadi, nilai kejujuran adalah sesuatu yang baik dan benar,tidak curang,tulus serta ikhlas mengenai perkataan ataupun perbuatan seseorang.

Kejujuran adalah hal yang sangat penting. Peribahasa mengatakan”kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana” maksudnya di setiap tempat,di setiap kebudayaan, di setiap masyarakat kejujuran merupakan sesuatu yang diperlukan dan sangat dibutuhkan oleh setiap orang.

Dalam agama islam nilai kejujuran atau amanah adalah salah satu dari 5 moral islam. Hal ini tercantum dalam surat 5 ayat 8 :
“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Meskipun kejujuran dibutuhkan oleh setiap orang dan setiap orang hendaknya memiliki nilai kejujuran dalam dirinya,namun orang yang jujur belum tentu adalah orang yang dapat dipercaya,maksudnya adalah tidak semua orang jujur dapat menceritakan apa yang menjadi rahasia dari orang lain pada tempat yang tepat,inilah yang memungkinkan berlakunya istilah “bohong putih”

Satu-satunya masalah kejujuran adalah lawan kata itu,yaitu kebohongan. Kebohongan berasal dari kata bohong. Bohong adalah mengatakan (dengan cara bagaimanapun juga) sesuatu yang tak sesuai dengan keyakinannya. Akan tetapi,maksud dari kata “bohong” itu sendiri tergantung dari situasi. Ada situasi tertentu di mana seseorang mengatakan sesuatu yang tak sesuai dengan keyakinannya tetapi hal itu tidak digolongkan dalam  konteks bohong. Misalnya salah satu adat kebiasaan Indonesia tentang menegur yang kerap kali merupakan pertanyaan kepada orang lain “mau ke mana mas?” adalah salah satu contohnya. Jawaban yang biasa diterima adalah asal jawawb menurut kebiasaan,tidak perlu kebenaraan objektif. Dan ini bukanlah bohong,sebab tetaplah jawaban itu sesuai dengan maksud.

Banyak hal yang dapat digolongkan tindakan bohong misalnya korupsi dan plagiat. Dan dari tindakan-tindakan inilah muncul berbagai dampak negative. Contoh dari yang ringan adalah orang lain menjadi marah,mendapat nilai yang tak memuaskan hingga “diputusin pacar”. Contoh yang berat adalah turun jabatan,hilangnya kepercayaan sampai bunuh diri.

B. CINTA EROTIS

Menurut bahasanya, cinta berarti cenderung atau suka. Cinta dimulai dari adanya keterikatan dan keterhubungan hati kepada sesuatu atau seseorang sehingga perasaan tersangkut padanya kemudian dituangkan dalam kerinduan dan ditumpahkan dalam kecemburuan yang diikuti gelisah, berdebar-debar, bingung, tergila-gila, linglung, dan akhirnya jatuh hati, terpesona dan tertawan. Sementara erotis adalah hal yang berkaitan dengan seksual dan biasanya menjurus ke pornografi.

Cinta antara sepasang manusia dapat dikatakan sebagai cinta erotis karena didasarkan pada dorongan seksual,yang bersifat ekslusif. Cinta kasih yang ada merupakan upaya meleburkan diri dari 2 orang yang berbeda secara fisik maupun kepribadiannya. Kualitas cinta ini tergantung bagaimana kedua belah pihak menjaga jalinan hubungan atau komunikasi.

Cinta  erotis cenderung mengarah ke perbuatan negative. Misalnya menonton video porno,memakai pakaian yang minim dan melakukan free sex. Perbuatan-perbuatan inilah yang nantinya menimbulkan masalah yang besar. Contohnya,maraknya praktek pelacuran,mewabahnya pms hingga kebobrokan moral.

Cinta erotis merupakan hak manusia. Tapi, hak erotis ini hanya belah sepihak yang tak memperhatikan nilai,norma dan kewajiban mereka di masyarakat selama hak ini belum diikat. Ikatan itu biasanya dinamakan pernikahan. Melalui pernikahan seseorang mendapat hak erotis itu tetapi hak itu hanya dapat diperoleh dari pasangan pernihankan

DAFTAR PUSTAKA

Poedjawijatna. 1982. Etika Filsafat dan Tingkah Laku. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

Bertens,K. 2000. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Ali,Mohammad Daud. 2000. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Rajawali Pers

Kaelan. 2004. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma

Iklan

One thought on “Nilai kejujuran dan cinta erotis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s