ANTROPOLOGI FORENSIK

ANTROPOLOGI FORENSIK

Banyak dari kita memiliki ketertarikan terhadap cerita detektif. Kita tertarik  pada sebuah kriminalitas dan menyelidiki penyebab dari apa yang terjadi, dan kami suka membacanya, fiksi atau bukan fiksi. Antropologi forensic merupakan bagian dari ilmu antropologi yang mendalami pemecahan masalah criminal. Ilmu ini merupakan sebuah daya tarik yang meningkatkan perhatian masyarakat, dan sebuah peningkatan pelaksana. Seorang ahli antropologi mengatakan bahwa dia dipanggil “wanita tulang” oleh anggota pelaksana undang-undang. Seperti yang lainnya di dalam garis kerja, dia diminta untuk menggali atau memeriksa tulang manusia untuk membantu menyelesaikan masalah kriminalitas. Seringkali, tugas itu sangatlah mudah: Apakah ini tulang dari seorang laki-laki atau perempuan? Berapa umur orang tersebut? Ahli antropologi forensic dapat menjawab pertanyaan seperti itu dengan mudah, lebih utama lagi jika sisa-sisa itu termasuk sebagian besar tulang dari kerangka. Di lain waktu, pertanyaan itu mungkin lebih sulit untuk dijawab. Contohnya, seorang antropologi forensic  dapat mengatakan bahwa sebuah tengkorak mungkin dari seorang laki-laki Asia?( Seorang Polisi mencurigai bahwa sisa kerangka yang mereka temukan adalah berasal dari seorang laki-laki asia yang menghilang secara misterius lima tahun yang lalu). Tetapi ini cukup sulit untuk memberikan sebuah pengelompokan ketidakambiguan “rasial” bagi kehidupan manusia. Tulang sendiri lebih ambigu karena berbeda ciri-ciri di dalam kerangka tidak semua jenis didalam sebuah hubungan, sebagai catatan dalam diskusi awal kita dari “ras”dalam sebuah bab dalam pengelompokan social. Masih, seorang ahli antropologi forensic dapat menemukan penyebab dari sebuah kematian ketika orang-orang pelaksana undang-undang kebingungan menyelesaikannya.

Beberapa ahli antropologi budaya juga mempunyai pekerjaan forensic,  seringkali erat  hubungannya dengan kasus yang menyangkut undang-undang penduduk asli Amerika. Contohnya, pada tahun 1978, Barbara Joans diminta untuk menasehati pembelaan dalam sebuah pemeriksaan  enam perempuan tua Bannock Shoshoni dari tempat penampungan Fort Hall, yang mana mereka menjadi terdakwa. Mereka telah mendapatkan “penambahan pengamanan tambahan”, yang mana lembaga pelayanan social menyatakan mereka tidak tepat mendapatkannya karena mereka dilaporkan meminjam uang untuk lahan yang mereka punya. Joans diperkenalkan dengan perempuan-perempuan tersebut, meskipun mereka berbicara menggunakan beberapa bahasa inggris ,yang tidak mempunyai kemampuan beradaptasi  yang cukup untuk memngerti suasana dari apa yang disampaikan pengurus SSI kepada mereka. Hakim setuju dengan keputusan dan peraturan yang  akan digunakan SSI terhadap seorang ahli bahasa Bannock-Shoshoni ketika mereka pergi ke tempat penampungan untuk syarat dari program tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Clyde Snow dan beberapa ahli antropologi forensic lainnya, singgah untuk menyampaikan tentang perampasan hak-hak manusia yang menghebohkan. Pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap kasus pembunuhan berencana dari warga kotanya dan ahli antropologi forensic diminta tolong untuk membawa kasus ini ke pengadilan. Contohnya, Snow dan ahli antropologi forensic lainnya dimintai bantuannya untuk  menegaskan tentang kediktatoran militer di Argentina, pada tahun 1980-an, yang harus bertanggung jawab terhadap kematian banyak masyarakat sipil di Argentina yang telah “hilang”. Ahli antropologi forensic juga dapat menemukan lokasi dari kuburan massal dan identitas dari  bencana kriminalitas yang diatur di negara bagian Guatemala. Di tambah lagi, untuk membawa masalah ini ke pengadilan, penegasan bahwa pembunuhan besar-besaran dan pengidentifikasian bencana membantu keluarga dari yang orang-orang yang hilang menempatkan kesedihan mendalam di belakang mereka. Sebuah siding special ( dinamakan “ TIdak tertutupnya kehilangan”: Clyde Snow dan  ahli antropologi forensic bekerja untuk pengadilan”) pada pertemuan tahunan dari Asosiasi antropolog Amerika pada bulan november tahun 2000 terkenal Snow dan antropolog forensic lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s