Sebuah Peringatan untuk kamu (terutama aktivis)

Sebuah Peringatan untuk kamu (terutama aktivis)

Suatu malam di rumah tercinta saya, saya membaca Al Qur’an dan surat yang saya baca waktu itu adalah surat Al Kahfi (Gua ) ayat 28

kahfi 28

28. Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Bagi saya, makna ayat ini sangat dalam. Ayat ini sangat cocok untuk para pemuda di mana mereka berada dalam persimpangan jalan: “ memilih dunia atau memilih akhirat”. Kedua pilihan ini disertai dengan kata “atau” yang berarti mereka (baca: pemuda) tak dapat memilh keduanya tetapi harus memilih salah satu dari keduanya. Bagi mereka memilh dunia, silakan memalingkan mata dari orang-orang shaleh dan ikutilah orang-orang yang menuruti hawa nafsunya. Bagi mereka yang memilih akhirat, tetaplah istiqamah bersama orang-orang saleh dan janganlah mengikuti orang yang dibudaki oleh hawa nafsunya. Pun, ayat yang sangat cocok dengan pemuda ini diturunkan di dalam surat Al Kahfi yang di dalamnya terdapat kisah Ashabul Kahfi yang merupakan pemuda-pemuda. Subhanallah..

Kata-kata diatas merupakan sebuah teori dari saya saja. Saya akan mencoba memberikan contoh ril.

Alhamdulillah, sampai tulisan ini diturunkan, penulis merupakan anggota dari organisasi di kampus dan cukup banyak mengenal orang-orang yang bisa disebut  aktivis Islam. Mereka adalah orang-orang yang teguh dalam memperjuangkan Islam melalui gerakan-gerakan dakwah intra ataupun ekstra kampus. Beberapa di antara mereka pun menjadi aktivis pergerakan mahasiswa yang membawa semangat nasionalisme dan kerakyatan. Bukan maksud saya untuk memisahkan pergerakan Islam dan Nasionalisme serta kerakyatan karena di dalam pergerakan Islam terdapat unsur nasionalisme dan kerakyatan, begitupun sebaliknya di pergerakan nasionalisme terdapat unsur pergerakan Islam. Akan tetapi, kedua pergerakan ini (di Universitas Indonesia) berbeda dalam wadahnya serta dalam aturan-aturan di dalamnya.

Kembali ke aktivis Islam yang mengikuti pergerakan mahasiswa, beberapa di antara mereka kadang lebih aktif di pergerakan mahasiswa daripada pergerakan Islam, akhirnya waktu mereka untuk pergerakan Islam berkurang, dengan waktu yang semakin berkurang otomatis interaksi mereka dengan para aktivis Islam berkurang. Interaksi yang semakin berkurang ini menyebabkan mereka jarang mendapatkan tausiyah/nasihat, materi tentang islam, pembangkit semangat untuk beribadah serta yang paling parah adalah mereka menjadi jauh dari Allah. Mereka telah berpaling orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.  Akhirnya mereka menjadi aktivis tanpa landasan Iman yang kuat, ini membuat akhlak mereka tergerus sedikit demi sedikit, kemudian menjadi aktivis tanpa akhlak. Naudzubillah..

Bagi saya, aktivis yang tanpa akhlak adalah lebih buruk daripada mereka yang apatis terhadap pergerakan mahasiswa (apapun jenisnya selama itu masih membuat kebaikan di muka Bumi). Kenapa saya menulis demikian? Karena aktivis tanpa akhlak ini kelak menjadi mudah untuk tergoda urusan duniawi, mereka yang apabila menjadi pejabat seperti ketua badan legislative Indonesia ataupun anggotanya akan melakukan hal-hal yang bertentangan terhadap idealismenya dulu yaitu nasionalisme dan kerakyatan. Sementara orang-orang yang apatis terhadap pergerakan bisa saja merupakan orang yang beakhlak, ataupun mereka menjadi apatis karena kondisi tertentu, seperti larangan orang tua dan obsesi tentang akademis.

Saya juga mempunyai contoh lain. Fulan, teman  saya yang pernah satu sekolah ini adalah orang yang berprestasi di masa sekolahnya. Si Fulan termasuk salah seorang pengurus penting, bisa disebut aktivis , di organisasinya, menang berbagai lomba non-prosa, menang berbagai kompetisi bela diri, dan si fulan adalah seorang Akhwat ( Akhwat di sini menunjuk pada makna ameliorasi yang artinya perempuan yang benar-benar menerapkan prinsip islam dalam pergaulannya). Namun, lihatlah kini, si Fulan telah menjadi seseorang yang memalingkan dirinya dari Islam. Si fulan terjebak dalam kandang asmara antar lawan jenis. Si fulan kini tidaklah bersinar seperti dulu. Semoga si fulan kembali memiliki prinsip-prinsip seperti fulan yang saya kenal dulu.

Baiklah, rasanya kurang pantas mengambil aib orang lain sebagai pelajaran tetapi aib sendiri ditutupi. Saya akan sedikit membongkar aib saya untuk pelajaran kamu. Di sekolah dasar saya selalu menduduki peringkat satu selama 5 tahun, di SMP saya menduduki peringkat satu selama 1 tahun. Selama masa SD dan SMP ini saya masih mengikuti pengajian. Namun, di waktu SMA saya tak mengikuti pengajian lagi karena saya terlalu lelah belajar di SMA selama hampir 7 jam ditambah lagi dengan tugas di rumah. Akibat tidak mengikuti pengajian ini saya menjadi cukup jauh dari Allah. Saya terjebak dalam jerat asmara yang tentunya sangat menjijikan dan berdosa. Saya menjadi orang yang berpaling dari orang-orang sholih. Hasil-hasil akademis di SMA saya pun sangatlah menurun disbanding SMA ataupun SMP. Saya pun menjadi akrab dengan kehidupan dunia. Benar-benar masa yang sangat kelam. Beruntung, saya diselamatkan Allah dan dimasukkan di kampus ini. Di kampus ini mata saya selalu melihat orang-orang yang menjunjung Islam. Hasilnya, nilai akademis saya cukup bagus, dengan IPK 3,44. Kehidupan saya pun sangat menentramkan hati.

al ashr 2-3

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya  menetapi kesabaran ( Al ashr 2-3)

Maafkan saya jika saya menyinggung perasaan kamu. Saya tidak bermaksud untuk menjelekkan siapapun dalam tulisan saya ini. Saya juga tidak bermaksud untuk merendahkan golongan tertentu. Saya hanya tidak mau menjadi orang yang merugi.

Nb : saya bingung di mana saya harus memberikan kategori untuk tulisan ini, akhirnya saya putuskan untuk ditempatkan pada 3 kategori : islam, curhat dan kampus fkm

Iklan

2 thoughts on “Sebuah Peringatan untuk kamu (terutama aktivis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s