Vitamin

VITAMIN

Oleh : Fatmah, SKM, MSc

Staff Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Indonesia

Vitamin:

  • Adalah bahan organik kompleks yg dibutuhkan tubuh dlm jumlah yg sangat sedikit
  • Bersifat esensial àTidak dapat diproduksi oleh tubuh à harus didatangkan dr makanan
  • Klasifikasi berdasarkan sifat kelarutannya:
    • larut dlm lemak
    • larut dlm air
  • tabel 1. Sifat umum vit. larut lemak & vit larut air
  • vitamin larut air
    • larut dalam air
    • simpanan sebagai kelebihan kebutuhan sangat sedikit
    • dikeluarkan melalui urin
    • gejala defisiensi sering terjadi dgn cepat
    • harus selalu ada dlm makanan sehari-hari
    • umumnya tdk mempunyai prekursor

bersifat toksik hanya pd dosis tinggi/megadosis (>10 kali AKG)

  • vitamin larut lemak
    • larut dlm lemak dan pelarut lemak
    • kelebihan konsumsi dari yg dibutuhkan disimpan dalam tubuh
    • dikeluarkan dlm jumlah kecil melalui empedu
    • gejala defisiensi berkembang dgn lambat
    • tdk selalu perlu dlmdlm makanan sehari-hari
    • mempunyai prekursor atau provitamin
    • beberapa jenis bersifat toksik pada jumlah relatif rendah.(6-10 kali AKG)

Fungsi vit. secara umum:

–         berperan dlm beberapa tahap reaksi metabolisme energi

–         pertumbuhan

–         pemeliharaan tubuh

–         pada umumnya sbg koenzim (bagian dr enzim)

Vitamin dlm makanan:

–         mudah hilang (tgt suhu & matahari) pd saat panen, penyimpanan,

pemrosesan, pemasakan

–         vit larut lemak tdk banyak hilang dlm proses pemasakan, kehilangan tjd

krn proses oksidasi & ketengikan

Kehilangan vit dlm pemasakan dpt dicegah dgn:

–         Menggunakan suhu tdk terlalu tinggi

–         Waktu memasak tdk terlalu lama

–         Menggunakan air pemasak sesedikit mungkin

–         Memotong dgn pisau tajam mjd potongan tdk terlalu halus

–         Panci memasak ditutup

–         Tdk menggunakan alkali dlm pemasakan

–         Sisa air perebus digunakan utk yg lain

Defisiensi vitamin:

–         kurangnya konsumsi

–         gangguan absorbsi

–         kebutuhan yg tinggi ttp konsumsi kurang

VITAMIN A

  • dlm makanan berbentuk ester retinil, terikat dgn asam lemak rantai panjang
  • tubuh vit A dlm bentuk aktif: retinol, retinal, asam retinoat
  • retinol ó retinal à asam retinoat
  • disimpan di hati dlm bentuk retinol
  • vit A ditemukan pada makanan hewani (preformed vit A) & tumbuhan hijau/kuning (provitamin/prekursor karoten : alfa, beta, gamma & kriptosantin)
  • beta karoten merup. provit A paling aktif
  • karoten tdp pada kloroplas tanaman & sbg katalisator pd fotosintesa, shg karoten bnyk pd tumbuhan hijau
  • WHO (1991) di dunia, 6-7 juta balita setiap tahun tderjadi kasus xeroftalmia, 10% diantaranya menderita kerusakan kornea ( 60% meninggal, diantara yg hidup 25% buta & 50-60% setengah buta)

Fungsi vit A:

  1. Penglihatan

–         Retinal mengikat protein opsin à rodopsin di sel batang dan kerucut di retina. Pigmen pd sel batang bertanggung jawab thd penglihatan di dalam cahaya remang/gelap sedangkan pd sel kerucut utk penglihatan pd cahaya terang & membedakan warna.

  1. Perawatan jaringan epitel & membran mukosa

–         perawatan jaringan epitel di kulit, paru-paru, mata, gastrointestinal, saluran pernapasan dll

  1. Pertumbuhan

Vit A (asam retinoat) berperan dlm sintesa protein, juga formasi tulang, gigi dan jaringan lembut lainnya

  1. Reproduksi

–         terlibat dlm pembentukan sperma & sel telur

  1. Meningkatkan imun & mencegah infeksi

–         keterlibatan vit A dlm pemeliharaan sel goblet pd jaringan mukosa àsintesa lendir utk membunuh kuman yg masuk

–         berhubungan dgn mekanisme kekebalan tubuh / pertumbuhan & fungsi sel limfosit B à pertahanan tubuh (perlu penel.)

–         vit A sebagai vitamin anti infeksi

  1. Sebagai antioksidan

–         menghancurkan radikal bebas yg menyebabkan kerusakan pada sel tubuh

  1. Pencegahan kanker

–         berhub. dgn sistem kekebalan & antioksidan à mencegah kanker spt kanker kulit, tenggorokan, paru-paru, kandung kemih

Sumber vit A:

–         makanan hewani yg berhub. dgn lemak hewani

–         hati, susu, buter, keju, margarin, kuning telur, minyak ikan

–         beta karoten pada sayuran dan buah-buahan yg berwarna hijau, kuning

Kebutuhan:

–         dewasa laki-laki 20-50 thn 700 RE

–         dewasa perempuan 20-50 thn butuh 500 RE

–         meningkat pada ibu hamil dan menyusui

Defisiensi  krn:

–         intake vit A rendah

–         intake lemak yg rendah < 10% kilokalori

–         intake protein rendah (transport & metabolisma vit A)

–         intake Zn yg rendah (mobilisasi vit A dr hati)

Kekurangan (defisiensi) vit A:

  1. rabun senja
  2. perubahan pd mata (xeroftalmia)

–         xerosis konjungtivaà konjungtiva kering (ringan)

–         bercak bitot (bercak putih keabu-abuan)

–         xerosis kornea (kornea kering)

–         keratomalasia (sel epitel kornea terkelupas, kornea lunak & pecah)

  1. mudah terkena infeksi terutama ISPA & diare
  2. perubahan kulit (kulit kering & kasar), asam retinoat à mengobati kerutan & jerawat
  3. kurangnya nafsu makan à keratinisasi pd lidah
  4. gangguan pertumbuhan (tulang & gigi)
  5. mobilisasi Fe dari simpanan rendah

Keracunan:

–         dikonsumsi dlm bentuk vit A bukan karoten

–         pemakaian dalam dosis yg besar dan dlm jangka waktu yg lama menyebabkan keracunan 100 Kali RDA (50.000 IU/hari utk dewasa & 20.000 IU utk bayi –balita)

–         gejala: enek, pusing, rambut rontok, kerusakan hati, terhentinya menstruasi,

–         kelebihan karoten tdk menyebabkan keracunan tetapi menyebabkan kuning pada kulit

–         bumil, intake >5000IU à cacat

hasil penelitian:

–         rendahnya serum beta karoten dalam darah berhubungan dgn rendahnya risiko kanker

–         wanita dgn konsumsi beta karoten 15-20 mg/day mempunyai risiko strooke & jantung lebih rendah dibanding yg konsumsi <6 mg/day

–         rendahnya serum karotenoid mempunyai risiko 5,5 kali lebih tinggi untuk menderita katarak

–         sebaiknya mengkonsumsi beta karoten dlm makanan untuk mencegah kanker krn tdk hanya beta karoten yg ada dlm makanan yg dapat mencegah kanker ttp juga zat gizi lain spt vit B6, asam pantotenik, B12, selenium, besi dan fitokimia

VITAMIN D (CALCIFEROL)

  • mencegah & menyembuhkan riketsia
  • di dalam tubuh dpt disintesa dgn bantuan sinar matahari
  • sifatnya: relatif stabil & tdk rusak bila terkena panas & disimpan cukup lama
  • Palm (Inggris) mengamati kasus riketsia bnyk pd daerah dingin Eropa & Amerika
  • Mellanby à percobaan pd anjing yg diberi minyak ikan & sembuh
  • Mc Collum à dlm minyak ikan selain vit A tdp vit D
  • vit D diabsorbsi dr usus halus dgn bantuan cairan empedu
  • diangkut oleh D-plasma binding protein ke tempat penyimpanan
  • vit D disimpan dlm hati (terbanyak), otak, tulang & kulit
  • bentuk yg penting: D2 (ergokalsiferol) & D3 (kolekalsiferol)
  • prekursor pada tanaman (ergostrerol) dan di kulit (dehydrocholesterol) dgn sinar matahari diubah menjadi provitamin D2 & D3. Provitamin diubah menjadi vit D (calcitriol) di hati dan ginjal
  • produksi vit D (calcitriol) oleh ginjal dipengaruhi oleh Ca & P dlm serum serta PTH (parathyroid hormon)

Fungsi vit D:

  1. mengatur kadar Ca dan P dalam darah

–         pd usus, vit D à menigkatkan absorbsi Ca

–         pd ginjal, vit D à mereabsorbsi Ca

–         pd tulang, vit D+ paratiroid hormon àmenstimulasi mobilisasi Ca&P

fungsi Ca dlm darah àmemfasilitasi interaksi saraf & otot

2. pembentukan & pemeliharaan tulang bersama dgn vit A & C

Sumber vit D:

–         telur, mentega, minyak ikan, makanan yg difortifikasi spt : susu, margarin, makanan bayi

Kebutuhan:

Laki-laki & wanita dewasa 0-49 thn butuh 5 mikrogram/hari

Defisiensi:

–         riketsia (tulang bengkok) àanak-anak

–         osteomalasia à sering pd wanita yg asupan Ca kurang & kurang terpapar dgn matahari dgn kehamilan yg sering, sering terjadi caries dentis. Osteomalasia dpt terjadi bila gangguan sal. Cerna, hati, ginjal. Gejal spt rematik & lemah

–         osteoporosis à keropos tulang

–         hypocalcemia tetany à tdk cukupnya suplai Ca pd saraf & otot

dgn gejala: tulang sakit, lemah

Terapi:

– Pemberian minyak ikan + sinar matahari

Kelebihan:

–         biasanya intake suplemen vit D yg berlebihan, 4-5 kali RDA, lebih dr 1000 IU/ 25 mikrogram per hari à keracunan

–         tdk terjadi krn terpapar dgn sinar matahari yg lama

–         gejala: enek, muntah, anoreksia (tdk nafsu makan), berat badan menurun, growth failure (pertumbuhan gagal) , diare

–         hiperkalsemia (penumpukan Ca pada ginjal, paru-paru,jantung & pembuluh darah), juga batu ginjal

VITAMIN E

  • 1922, pd tikus ditemukan zat yg larut lemak yg dpt mencegah keguguran & sterilitas
  • tahan asam  ttp tdk tahan alkali, panas, sinar UV, O2, timah, besi, tdk berbau, tdk berwarna ttp vit E sintetik berwarna kuning & coklat
  • jenis:

–         tokoferol : a, b, g, d

a tokoferol

-banyak di alam

-paling aktif secara biologik

-standar pengukuran vit E dlm makanan

–         tokotrienol : tdk banyak di alam, kurang aktif scr biologik

–         vit E sintetik à aktivitas biologik 50% dibanding yg alami

  • berfungsi sbg antioksidan àmencegah kerusakan pada membran sel

–         mencegah kerusakan sel pembuluh darah dr radikal bebas àmencegah penyakit jantung koroner

– komersial à untuk mencegah ketengikan

Sumber:

–         minyak tumbuhan spt jagung, sayuran hijau, kacang-kacangan, kedele & hasil olahnya, margarin, gandum, hati & kuning telur

Kebutuhan:

–         wanita 10- > 60 thh     : 8 mg

–         laki-laki 10- >60 thn   : 10 mg

Defisiensi:

–         defisiensi vit E jarang terjadi krn vit E banyak tersedia pd makanan, disimpan dlm tubuh

–         kemungkinan terjadi pada bayi prematur karena buruknya tranfer lewat plasenta atau belum matangnya saluran pencernaan shg absorbsi rendah

–         pada orang dewasa tjd krn gangguan absorsi lemak, adanya gangguan pd hati, pankreas,

–         gejala pd orang dewasa hilangnya koordinasi otot, sindroma neurologik (kesemutan)

–         hemolisis eritrosit

Intake berlebihan à keracunan (ttp tdk seperti vit A)

Ganguan diare jika konsumsi 600mg sehari (60-75 kali AKG)

VITAMIN K

  • 1935, Dam dari Denmark menemukan peny. Perdarahan pd ayam, & membaik stlh diberi makanan alfalfa (tepung ikan yg membusuk). Faktor aktif yg menyembuhkan dinamakan vitamin koagulation.
  • Faktor koagulasi terdiri atas:

–         Filokinon (K1) à pd tumbuh2an hijau

–         menakinon (K2) à pd minyak ikan & daging atau disintesis oleh bakteri di sal. cerna.

–         Menadion à vitamin K sintetik

Kebutuhan:

–         walupun dpt disintesa oleh sal. Cerna ttp harus tetap didatangkan dr makanan

Fungsi:

–         proses pembekuan darah (sintesa faktor VII, faktor IX, faktor X & protrombin dlm hati)

–         diperlukan dlm pembentukan tulang & gigi

vit K merup. Ko-faktor enzim karboksilase yg mengubah residu protein berupa asam glutamat (glu) mjd gama-karboksiglutamat (gla). Gla ini mengikat Ca pada tulang & gigi.

Sumber:

–         sayuran hijau,brokoli, hati (banyak) , kuning telur, buah, serealia

Defisiensi:

–         def à darah sukar menggumpal à jika luka/operasi tjd perdarahan

–         defisiensi jarang terjadi krn vit K terdapat  luas pd makanan & sintesa mikroflora di usus,  kemungkinan terjadi krn adanya gangguan absorbsi lemak

–         def. Krn mendapat kelebihan antibiotika àmembunuh bakteri di sal. Cerna & kurang intake vit K

–         bayi baru lahir krn usus steril à vit K tdk dpt disintesa dari bakteri, buruknya transfer lewat plasenta àsimpanan rendah suplemen/suntikan vit K

Kelebihan:

–         Overdosis menadion (sintetik) pada bayi baru lahir menyebabkan peningkatan bilirubin à kuning àkeracunan, hemolisis sel darah merah, kerusakan otak

VITAMIN C

Sejarah:

–         abad ke 15 à penyakit pd pelaut konsumsi makanan kering & biskuit à pucat, perdarahan gusi

–         1750, dr Lind (scotlandia) à scurvy diobati & dicegah dgn makan jeruk

–         1932 Szent-Gyorgyi & C.Glenn King à vit C

–         1933 disintesa o/ Haworth & hirst sbg asam askorbat

Fungsi  vit C:

  1. terlibat formasi kolagen

–         kolagen àprotein yg berbentuk lem, melekatkan sel yg satu dgn yg lainnya

–         Kolagen tdp pada kulit, tulang rawan, tendon, sendi,pembuluh darah, tulang, & gigi

–         komponen jaringan luka yg dibentuk selama penyembuhan luka & patah tulang

  1. membantu absorbsi fe
  2. membantu absorbsi Ca
  3. meningkatkan daya tahan tubuh thd infeksi, krn terlibat dlm pemeliharaan membran mukosa
  4. Antioksidan à mencegah aterosklerosis à jantung koroner, anti kanker
  5. Mencegah kanker à vit C mencegah pembentukan nitrosantin yg bersifat karsinogenik
  6. Menurunkan trigliserida serum yg tinggi à mencegah penyakit jantung
  7. Menurunkan tekanan darah à mencegah hipertensi
  8. Industri pangan à mencegah ketengikan

10.Terlibat pembentukan karnitin à berfungsi pengangkut asam

lemak rantai panjang ke mitokondria utk oksidasi, jika def.

menjadi lemah, lelah

11.Vit C sbg pembawa serotonin ke otak à tidak tegang/

damai/ngantuk

Sumber:

–         jeruk, sayuran segar, brokoli, strawberi, jambu biji, mangga, pepaya & lada, tomat, kubis, kentang manis

Kebutuhan:

–         bayi – 14 thn 40 mg/hari

–         15 thn- dewasa laki 90 mg/hari

–         15 thn- dewasa wanita 75 mg/hari

–         hamil + 10 mg/hari

–         menyusui +45 mg/hari

–         meningkat pd perokok min 100 mg/hari (menetralisir radikal bebas yg ditimbulkan oleh asap rokok)

Defisiensi:

–         scurvy (sariawan)

–         kulit memjadi kering & bersisik

–         pembuluh darah menjadi rusak, rambut mudah rontok

Kelebihan:

–         kelebihan dari makanan tdk menimbulkan gejala

–         suplementasi àhiperoksaluria (tinggi asam oksalat dkm urin krn vit C diubah mjd asam oksalat) àrisiko batu ginjal

VIT B

Fungsi:

–   berhub. dgn metabolisme energi

–         membantu sintesa protein & sel baru

–         terlibat dlm metabolisme karbohidrat, lemak

–         formasi hemoglobin (folat, vit B6 , B12)

Sumber: hewani & kacang2an, biji-bijian, sayuran, ragi

Defisiensi:

Vit B1(Thiamin) –> beri-beri

Vit B2 (Riboflavin)–>stomatitis angular (sudut mulut pecah)

Folat, vit B6, B12 –> anemia

MINERAL

Merupakan bag. Tubuh & memegang peranan penting dlm pemeliharaan fungsi tubuh di tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan.

Mineral terlibat dlm metabolisme à sbg kofaktor enzim, pemeliharaan otot & saraf thd rangsangan.

Ca, P, Mg à bag.tulang

Fe bag.hemoglobin dlm sel darah merah

I à hormon tiroksin

Penggolongan mineral:

–         mineral makro à mineral yg dibutuhkan tubuh > 100 mg sehari

–         mineral mikro à mineral yg dibutuhkan tubuh < 100 mg sehari, dgn jumlah 15 mg dlm tubuh

Dikenal tdp 24 mineral yg dianggap esensial

Sumber mineral:

Sumber mineral paling baik yaitu makanan hewani, kecuali Mg banyak . Mineral dari pangan hewani mempunyai ketersediaan biologik yg baik dibanding pangan nabati à krn pangan hewani mengandung sedikit bahan pengikat mineral.

BESI

–         mineral mikro yg paling banyak dlm tubuh manusia (3-5 gram)

–         sebagian besar ada dlm darah sbg hemoglobin, ada setiap sel sbg metaloenzim à katalis dlm sel, sedikit sbg mioglobin dlm otot

Fungsi besi:

  1. terlibat dlm metabolisme energi

kurang besi à gangguan metabolisma energi àterjadi penumpukan asam laktat à kelelahan

  1. kofaktor dari enzim:

– konversi beta karoten mjd vit A

– sintesa karnitin yg dibutuhkan utk transport asam lemak ke

mitokondria utk dioksidasi à energi

– sintesa purin à pembentukan DNA & RNA

– sintesa kolagen/senyawa protein àintegritas struktur pada

tulang

rawan, matriks tulang, dentin gigi, membran kapiler, kulit & tendon

– sintesa neurotransmiter à kerja otak: konsentrasi, mengingat

– detoksifikasi obat & komponen toksik dari hati & intestin,

dgn     melarutkan obat & komponen toksik yg tdk dpt larut dlm air utk

dikeluarkan dari tubuh

  1. terlibat dlm sistim kekebalan

–         terlibat dlm respon kekebalan sel limfosit T

–         terlibat dlm aktivitas sel darah putih utk menghancurkan bakteri

  1. formasi sel darah merah/hemoglobin

–         hemoglobin merupakan mengangkut O2 dari paru-paru ke jar.tubuh & Co2 dari jar.tubuh ke paru-paru à dikeluarkan

Defisiensi: anemia

Sumber: makanan hewani –> daya cerna yg baik, sayur (bayam, katuk, daun singkong, sawi, kangkung) dan buah ( pisang ambon, jeruk

Iodium (I)

–         75% dr I ada di kelenjar tiroid à sintesa hormon tiroksin/ tetraiodotironin (T4) sebanyak 65% dr berat & triiodotironin (T3) sebanyak 59%  dr beratà pertumbuhan normal, perkembangan fisik & mental

–         sisanya à kelenjar ludah, kel.mamae, lambung, ginjal, darah (bebas terikat dgn protein / protein-bound iodine)

–         ekskresi mll urin, feses, paru-paru

Fungsi:

–         komponen penting dari hormon tiroid spt tiroksin, triiodotironin (T3) & tetraiodotironin (T4) à fungsinya pertumbuhan & perkembangan termasuk otak, , otot, hati, ginjal, kelenjar pituitari

–         mengatur proses biokimia

–         hormon tiroid stimulasi “metabolic rate” sampai 30% à

peningkatan penggunaan O2 & pelepasan energi

–         konversi karoten mjd vit A

–         sintesa protein

–         mengatur suhu tubuh

–         tiroksin à reproduksi

–         pembentukan sel darah merah

–         fungsi otot & saraf

Sumber iodium

makanan laut spt ikan, udang, kerang, ganggang laut

Defisiensi:

1.gondok

–         terjadi pd daerah kandungan Iodium rendah spt pegunungan

–         gondok endemic

2. gangguan pertumbuhan & perkembangan mental

3. kretinisme (cebol)

Zat goitrogenik

yaitu zat yg menhambat absorbsi iodium à singkong, kedele

atau menggangu penggunaan iodium à kubis, kacang2an

SENG

– defisiensi jarang terjadi krn terdapat banyak pada makanan

– seng terdapat pada setiap sel tubuh

– peranan utama adalah komponen 300 enzim

-Fe tinggi à menurunkan Zn krn sama menggunakan transferin

sbg alat  transport

Fungsi seng:

1.bgn dr enzim (300 metaloenzim) dlm metabolisme yg terlibat

dlm sintesa & degradasi KH, protein, lemak, asam nukleat, zat

gizi mikro, pembelahan sel

2.pertumbuhan & perkembangan

3.reproduksi, produksi sperma

4.imunitas à fungsi sel T & pembentukan sel B

5.mempertahankan appetite/nafsu makan, membantu persepsi rasa

6.sintesa RBP (retinol binding protein) àmobilisasi vit A dari hati

Def:

– def. pd: balita, anak-anak, bumil, buteki, lansia

– def. menyebabkan

a.gangguan pertumbuhan

b.keterlambatan pematangan seksual

c.kulit kasar

d.gangguan fungsi pencernaan à diare

e.gangguan fungsi kekebalan à peningkatan infeksi

(hub. jelas dlm def.    tgk ringan)

f.kronik àgangguan fungsi saraf & otak

g.hipogeusiaà kehilangan indra perasa àhilangnya nafsu

makan

h.hiposmia à hilangnya indra bau/penciuman

Sumber seng:

– seng dari hewani lebih mudah diabsorbsi drpd nabati

– sumber yg terbaik yaitu kerang, daging, unggas, hati,  telur,

produk susu, sumber nabati spt serealia, & kacang-kacangan à

bioavailabilitas rendah

Enhancing/meningkatkan:

– Asam sitrat, protein, Lactoferin (iron-containing protein), albumin pd telur  à krn albumin alat transportasi utama seng

SELENIUM (Se)

–         fungsi Se mirip dgn belerang (S) shg dpt mengganti S pd asam amino spt metionin, sistein, sistin

–         Se berfungsi sbg anti-oksidan

Fungsi Selenium

–         merup. kofaktor dr enzim glutation peroksida (Gpx) & bekerja sama dgn vit E sbg antioksidan àmencegah kerusakan sel à pembuluh darah à jantung & degeneratif

–         terlibat pembentukan enzim utk detoksifikasi yg menyebabkan kanker, maka Se à anticarcinogen

–         terlibat dlm sintesa hormon tiroid  à pertumbuhan & adaptasi dlm udara dingin

–         membantu aktivitas otot

–         membantu sintesa imunoglobulin

–         metabolisme KH & lemak

Sumber Se:

-makanan yg berprotein tinggi mengandung Se yg tinggi krn Se berikatan dgn protein spt ikan, daging, telur, jeroan, kerang

-padi-padian & biji-bijian

Defisiensi Se:

–         belum banyak diketahui

–         Cina  à penyakit Keshan, yg banyak menimpa anak & WUS, krn tanah mengadung Se rendah, dgn gejala cepat lelah walaupun aktivitas ringan & hilang nafsu makan.

–         Penyakit Kashin Beck spt di Cina & Uni Sovyet (daerah Siberia)

–         Kanker, krn Se terlibat dlm pembentukan enzim utk detoksifikasi zat yg menyebabkan kanker

–         Jantung & degeneratif

References:

  1. Marian Maltese Eschleman. Introductory Nutrition and Nutrition Therapy. Third Edition. 1996. Philadelphia: Lippincott
  2. Maria C. Linder. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme: Dengan Pemakaian Secara Klinis. 1992. Jakarta: UI Press.
  3. DR. Achmad Djaeni S. Vitaminologi.1987.Jakarta: Balai Pustaka
  4. Frances S and Eleanor N.W. Nutrition: concepts and controvercies. Seventh edition.1997
  5. Sunita Almatsier. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. 2001. Jakarta: Gramedia.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s