masjid-pasca-tsunami-aceh-20041

Gempa: Cobaan atau Azab?

Bencana : Cobaan atau Azab?

Di sore yang cerah itu, seperti biasa saya menjelajahi internet dengan menggunakan laptop saya di loby A. Berpindah dari situs satu ke situs yang lain, dari mengerjakan tugas sampai mengerjai teman, dari mencari pengertian ricketssia di wikipedia sampai memberikan tanda jempol ke status teman di facebook. Baiklah, memang harus saya akui bahwa menjelajahi internet merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan!

Sekitar 30 menit saya menjelajahi internet di loby A, saya yakin tidak ada yang bisa menghentikan saya saat itu untuk menjelajahi internet selain mati lampu dan rotasi bumi terhadap matahari yang menyebabkan waktu berjalan semakin sore. Keyakinan itu pudar ketika meja saya bergoyang sangat hebat. Semula saya mengira meja itu bergoyang akibat getaran kaki saya karena saya sedang menggerakan kaki ke atas dan ke bawah seperti yang saya lakukan pada pelajaran Anatomi dan Fisiologi untuk mengatasi rasa kantuk akibat belajar quiz. Namun, setelah saya hentikan gerakan kaki saya, sang meja tetap bergerak sangat hebat. Di sekiling saya banyak orang-orang berhamburan keluar,pekik takbir juga terdengar. Saya baru menyadari bahwa yang terjadi adalah gempa.

Beberapa hari kemudian,tak lama setelah gempa yang saya rasakan itu,terjadi beberapa gempa di daerah lain. Anehnya, gempa-gempa itu terjadi sangat sering belakangan ini. Gempa-gempa itu seolah menantang saya untuk mencari jawaban akan pertanyaan “gempa: cobaan atau azhab?”

a. Gempa adalah cobaan?

Cobaan adalah suatu benda/makhluk/keadaan yang diberikan oleh Allah untuk manusia guna membedakan orang yang kelak masuk surga dan orang yang kelak masuk neraka. Perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa cobaan bukan saja sesuatu yang tak disenangi manusia seperti penyakit tetapi juga sesuatu yang disenangi manusia seperti uang dan jabatan. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 214

214. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Gempa yang dirasakan begitu hebat itu bisa jadi merupakan salah satu cobaan dari Allah SWT bagi hambanya. Dengan gempa itu, orang-orang yang menderita kerugian baik materil ataupun imateril akan menjadi lebih dekat ke syurga -insya allah- jika mereka dengan sabar melalui cobaan ini dan tetap memegang teguh iman mereka. Sementara mereka yang tidak ikhlas akan kehilangan pegangan dalam kehidupannya, bisa jadi mereka gila dan stress hingga pada akhirnya mereka jauh dari syurga Allah.

Tak hanya bagi individu yang mendapatkan kerugian langsung dari gempa, individu-individu di daerah yang tak terkena gempa pun sesungguhnya juga mendapatkan cobaan. Mereka, individu yang tak mendapatkan kerugian dari gempa, dapat saja tak menghiraukan cobaan yang ditimpakan kepada saudara mereka di tempat lain. Mereka itulah orang yang egois,munafik, menutup mata,telinga,dan mulut mereka terhadap cobaan itu. Mereka seakan kehilangan kesempatan untuk memperkecil hazard mereka di neraka atau malah memperbesar prevalens orang yang masuk neraka akibat ketidakpedulian mereka.

11. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir[1467] di antara ahli kitab: “Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu.” Dan Allah menyaksikan bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.(Al Hasyr:11).

Sebaliknya, bagi orang-orang yang memberi sumbangan uang,pakaian,obat-obatan ataupun doa yang tulus ikhlas kelak akan didekatkan kepada surga Allah. Yang demikian karena mereka peduli akan kesusahan yang ditimpa saudara mereka.

b.  Gempa adalah azab?

Azab adalah suatu hukuman yang diberikan Allah kepada makhluknya atas dosa-dosa berat yang dikerjakan hambanya. Pasti diantara kita masih mengingat tentang banjir besar yang ditimpakan kaum Nuh karena mengingkari rasulnya atau kaum Sodom yang dihujani batu ataupun gempa yang ditimpakan kepada kaum Tsamud. Semua peristiwa yang disebutkan itu adalah azab dari Allah karena dosa-dosa hambanya.

8. Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan. ( At Thalaq: 8 )

Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Yang miskin mencuri, yang kaya korupsi. Perzinahan berada di mana-mana, tak hanya dilakukan oleh pekerja seks tetapi juga dilakukan oleh mahasiswa yang mengaku kaum intelektual. Perusakan lingkungan marak dilakukan dengan alasan keuntungan duniawi. Masjid semakin sepi, mall semakin ramai. Senandung Al Qur’an yang dulu marak terdengar di kampung-kampung kini telah berganti menjadi senandung dangdut yang sering menampilkan kegiatan seronok.

Pantas saja jika Indonesia mendapatkan azab dari Allah karena perbuatan-perbuatan tersebut. Menurut BMG, telah terjadi 60 gempa berkekutan lebih dari 5 skala richter selama kurun waktu antara 24 september 2009-25 oktober 2009.  Subhanallah, sebegitu besarnya kah dosa kami ya Rabb hingga Kau memberikan 60 gempa kepada kami dalam waktu sebulan? Di antara 60 gempa itu terdapat 4 gempa yang memiliki kekuatan lebih dari 7,0 skala richter.

Tempat Gempa Waktu Gempa Kekuatan
Barat daya Tasikmalaya 02 September 200915.04 WIB. 7,3 SR
57 km BaratDaya PARIAMAN-SUMBAR 30-Sep-09
17:16:09 WIB
7.6 SR
46 km Tenggara SUNGAIPENUH-JAMBI 01-Oct-09
08:52:29 WIB
7.0 SR
209 km BaratLaut SAUMLAKI-MALUKU 24-Oct-09
21:40:46 WIB
7.3 SR

Coba Anda perhatikan tabel itu baik-baik, fokuskan kepada jam dan menit terjadinya gempa kemudian buka Al Qur’an Anda dan pasti Anda akan terperangah.

1. Gempa tasikmalaya pukul 15.04

dan Kami tidak membinasakan suatu negeri melainkan sudah ada ketentuan yang ditetapkan baginya.” ( Al-hijr 15:4)

2.Gempa di Pariaman pukul 17.16

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (Al Israa: 16)

3. Gempa di Jambi pukul 08.52

(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.” (Al Anfaal: 52)

4. Gempa di Saumlaki-Maluku pukul 21.40

Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.” ( Al Anbiyaa: 40)

Apakah ini suatu kebetulan? Empat gempa besar dengan kekuatan lebih dari 7,0 SR terjadi dalam waktu kurang lebih sebulan. Apakah ini suatu kebetulan? Empat gempa besar dengan waktu yang berbeda, namun jika semua waktu dikaitkan dengan Al Qur’an maka akan merujuk ke ayat yang berisi ancaman serta azab dari Allah. Subhanallah.

Apapun makna dari gempa,baik cobaan atau azab, sesungguhnya terdapat hikmah yang sangat besar. Gempa dapat mengingatkan manusia untuk kembali ke jalan-Nya yang lurus, pekik takbir saat gempa, masjid yang ramai, serta hilangnya tempat maksiat adalah buktinya. Gempa dapat memperkuat persatuan antara kaum muslim, sumbangan yang terus datang adalah buktinya. Gempa dapat membuktikan bahwa kuasa Allah sangat besar, masjid yang tetap kokoh meskipun diguncang gempa dan banyaknya keajaiban di lokasi bencana adalah buktinya.masjid-pasca-tsunami-aceh-20041

Maha Besar Allah…Sungguh tiada Tuhan melainkan Allah..

Ya Rabb, Sebegitu hinanya kah diri kami?

Hingga kau menjatuhkan banyak bencana kepada kami

Hingga air mata kami tumpah

Hingga pipi kami basah

Ya Rabb, Engkaulah Yang Maha Kuasa

Janganlah Engkau membuat kami binasa

Karena banyaknya dosa

Berikanlah kami sejumput asa

Berikanlah kami segenggam rasa

Ya Rabb, Jika memang engkau telah memutuskan

Izinkanlah kami untuk meninggal dalam iman

Untuk dimandikan secara islam

Untuk dikuburkan dengan kaffan dan azan

Ya Rabb…aminn
Referensi:

BMKG. “Geofisika >> Gempa.” Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika. Oktober 27, 2009. http://bmg.go.id/ (accessed Oktober 27, 2009).

Farock. “3 tanda kiamat besar yang telah terjadi pada tahun ini sahaja secara berterusan! 3 tanda kiamat besar yang telah terjadi pada tahun ini sahaja.” Aslan was Here. Oktober 11, 2009. http://ilmu-hitam.blogspot.com/ (accessed Oktober 27, 2009).

One thought on “Gempa: Cobaan atau Azab?

  1. Terjadinya gempa dan bencana yang pertama adalah dari kebidahan yang kedua dari dosa.
    Diriwayatkan oleh Shafiyah binti Ubaid bahwa sesudah gempa Umar berpidato ”Kalian suka melakukan bid’ah yg tidak ada dalam Alquran sunah Rasul dan ijma para sahabat Nabi sehingga kemurkaan dan siksa Allah turun lbh cepat.”
    Wallahu alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s