Tabungan, Investasi dan Pengangguran dalam Makroekonomi

Tabungan

Tabungan adalah sebagian dari pendapatan yang disisihkan setelah dikurangi konsumsi. Tabungan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tingkat pendapatan dan konsumsi merupakan determinan utama tabungan jika dilihat dari sudut pandang mikroekonomi. Masyarakat memanfaatkan lembaga keuangan untuk menyimpan tabungan mereka, salah satunya adalah bank. Bank menjadi lembaga pengumpul dana dan menyalurkannya sebagai investasi ke proyek-proyek yang menguntungkan.

Akumulasi jumlah tabungan dipengaruhi oleh laju inflasi dan suku bungan. Ketika inflasi tingi, jumlah konsumsi meningkat akibat naiknya harga sehinggga jumlah tabungan menjadi berkurang. Sebaliknya pada saat laju inflasi rendah, akumulasi tabungan secara berangsur-angsur dapat ditingkatkan.

Tingkat suku bunga juga mempengaruhi jumlah tabungan yang disimpan. Suku bunga tinggi menimbulkan peningkatan jumlah tabungan karena keuntungan bunga yang ditawarkan dan sebaliknya. Tabungan merupakan aset investasi dasar karena semua investasi berasal dari sisa pendapatan yang tidak dimanfaatkan.

Investasi

Investasi merupakan bagian dari tabungan yang digunakan untuk menambah modal produksi. Penambahan modal ini akan berdampak pada output dan harga yang ditawarkan. Tingkat penambahan modal yang tinggi belum tentu menguntungkan karena banyak faktor yang mempengaruhinya.

Modal yang pertama kali ditanamkan akan mengalami depresiasi akibat utilisasi dari modal tersebut. Selain itu, tingkat suku bunga juga berpengaruh terhadap laju perubahan investasi. Bunga yang tinggi menyebabkan penambahan jumlah tabungan tetapi juga berakibat adanya biaya modal yang tinggi. Dalam menentukan penggunaan atau penambahan modal dari investasi, perusahaan harus memperhitungkan apakah perubahan jumlah modal karena investasi berakibat positif terhadap produksi atau sebaliknya. Determinan dari setiap fungsi produksi harus diperhitungkan dengan cermat agar penambahan investasi tidak mengakibatkan produk marjinal lebih kecil dari biaya investasi tersebut.

Selain faktor-faktor diatas, kebijakan yang berasal dari pemerintah ikut berperan dalam perubahan tingkat investasi. Kebijakan pajak, subsidi, kredit, suku bunga menimbulkan efek langsung terhadap investasi. Secara umum jika penambahan modal yang berasal dari investasi lebih besar dari laju depresiasi akan meningkatkan laju perekonomian.

Jenis-jenis investasi:

1. business fixed investment yaitu pembelian modal atau peralatan produksi tetap oleh perusahaan sebagai bagian dari usaha peningkatan output

2. residential investment yaitu pembelian rumah oleh masyarakat sebagai tempat tinggal atau disewakan

3. inventory investment yaitu penambahan persediaan barang oleh perusahaan baik barang mentah, jadi, atau setengah jadi

Pengangguran

Permasalahan ekonomi yang berdampak langsung terhadap masyarakat adalah pengangguran.Pengangguran memiliki implikasi yang luas dalam berbagai sektor selain ekonomi. Tingkat pengangguran menunjukkan jumlah sumber daya yang terbuang, estimasi PDB, efektifitas dan pemerataan berbagai kebijakan ekonomi. Pengangguran memiliki banyak determinan yang mempengaruhi setiap perubahan dan pergeseran tingkat pengangguran. Secara umum pengangguran disebabkan oleh pemutusan dan perolehan kerja dari setiap komposisi angkatan kerja.

Pengangguran friksional

Pengangguran friksional adalah pengangguran akibat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pencarian dan penyesuaian antara pekerja dan pekerjaannya. Pengangguran friksional dipengaruhi oleh kebijakan publik seperti sepeti asuransi pengangguran. Asuransi pengangguran memberikan insentif bagi mereka yang keluar atau putus kerja sampai mereka mendapatkan pekerjaan kembali. Pro dan kontra terhadap asuransi pengangguran terjadi di kalangan ekonom dan politisi. Mereka yang setuju berpendapat kebijakan tersebut mendorong pekerja untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kemampuannya sehingga dapat menurunkan angka pemutusan kerja akibat ketidaksesuaian kondisi di tempat kerja. Sebaliknya, asuransi pengangguran meningkatkan sifat malas dan jumlah pengangguran terbuka menjadi semakin bertambah.

Pengangguran structural

Pengangguran struktural terjadi karena kekakuan upah dan penjatahan kerja. Kekakuan upah berkaitan dengan peraturan mengenai upah minimum. Upah minimum menyebabkan perusahaan memberikan upah diatas titik ekuilibrium pasar tenaga kerja. Hal ini berdampak pada spesialisasi dan penjatahan pekerjaan tertentu untuk para pekerja terbatas.

Serikat pekerja dan teori upah efisiensi juga menyebabkan bertambahnya tingkat pengangguran. Serikat pekerja cenderung memiliki kemampuan untuk melakukan tawar-menawar terhadap perusahaan. Sebaliknya, mereka yang ingin masuk ke perusahaan mengalami kesulitan karena perusahaan memiliki resiko biaya tinggi jika ingin melakukan penambahan tenaga kerja. Upah efisiensi menjadi salah astu penyebab mengapa perusahaan rela membayar lebih untuk pekerjanya dan cenderung mengurangi permintaan tenaga kerja.

Alasan penerapan upah efisiensi:

1. kesehatan pekerja

2. perputaran atau perpindahan pekerja

3. kualitas pekerja

4. kesadaran pekerja akan pekerjaannya

Daftar Pustaka

Mankiw, N. Gregory. Teori Makroekonomi edisi kelima. Jakarta: Erlangga, 2003.

 

dibuat oleh: SURYA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s