Dampak Perubahan Iklim terhadap kesehatan

Tiba-tiba, ombak datang menutupi semua bagian negara Amerika Serikat. Cuaca menjadi turun secara drastis dengan kematian umat manusia yang sangat amat banyak. Itulah sepenggal kisah dalam film The Day After Tomorrow, sebuah film yang menggambarkan kondisi bumi ketika es di kutub mencair akibat pemanasan global. Sebuah film yang cukup menyadarkan saya akan pentingnya arti dari sebuah kata: “global warming”. Sebuah kata yang mungkin saja akan mengakibatkan dampak yang sangat besar seperti yang terjadi dalam film itu.

Perubahan iklim bermula pada efek rumah kaca. Efek ini terjadi akibat adanya emisi dari karbon dioksida. Pada mulanya, karbon dioksida dianggap bukan sebagai sumber pencemar udara karena Karbon dioksida ,erupakan senyawa normal yang ada di atmosfir sebagai hasil dari siklus karbon dan oksigen. Akan tetapi, karena semakin banyaknya penggunaan bahan bakar fosil dan adanya intervensi manusia dalam siklus karbon dan oksigen mengakibatkan produksi karbon dioksida lebih cepat dari pada siklus normal sehingga trejadi kepincangan, sebagai akibatnya konsentrasi rata-rata karbon dioksida di atmosfir meningkat.

Semenjak tahun 1860, sebagai akibat dari mulai digunakannya batu bara dan efek tersebut semakin meningkat dengan cepat sejak tahun 1958, sebagai akibat meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak dan gas alam mengakibatkan peningkatan rata-rata temperatur atmosfir bumi secara gradual yang selanjutnya dapat mengubah pola iklim global.

Efek rumah kaca tak hanya disebabkan oleh karbon dioksida, tapi juga disebabkan oleh radiasi sinar matahari. Radiasi yang datang dari matahari dapat melalui atmosfir dan menembus permukaan bumi. Radiasi yang datang ini diserap oleh tanah dan air, kemudian dipantulkan kembali sebagai radiasi infra merah yang mempunyai panjang gelombang lebih besar dan energi panas, tetapi tak semua panas infra merah ini kembali ke udara, beberapa diantaranya diserap oleh gas CO2 dan H20, yang kemudian dipantulkan kembali ke permukaan bumi sehingga mengakibatkan atmosfir Bumi menjadi lebih panas. Jika tidak ada efek rumah kaca maka di Bumi tak akan kehidupan. Ironisnya, malah panas yang dihasilkan oleh efek rumah kaca ini yang menyebabkan perubahan iklim global dan mengancam kehidupan manusia di Bumi.

Pemanasan global ini menyebabkan perubahan iklim. Perubahan iklim yang terjadi memiliki dampak-dampak buruk bagi manusia, dampak itu antara lain:

  1. Perubahan penyebaran curah hujan dan turunnya salju di sebagian besar permukaan bumi sehingga mengakibatkan tanah menjadi tidak subur dan tidak produktif.
  2. Mencairnya bongkahan es di daerah kutub mengakibatkan permukaan laut naik 2,4 KM pada tahun 2100 sehingga memungkinkan terjadinya banjir pada kota-kota tepi pantai dan daerah industri.
  3. Peningkatan penguapan
  4. peningkatan badai tropis

Dampak-dampak yang ditulis diatas belum termasuk dampak-dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh pemanasan global. Dampak-dampak kesehatan yang timbul akibat pemanasan global antara lain dampak tidak langsung pada penyakit penyebaran vektor, cuaca ekstrim, dan dampak langsung pada kesehatan. Dampak tidak langsung pada penyakit penyebaran vektor bisa dilihat dari penyebaran penyakit malaria yang berubah bionomiknya, berubah (misalnya biting rate meningkat, kopulasi, beringas dll), populasi nyamuk meningkat , parasit cepat matang , adaptasi yang cepat. Dampak yang diakibatkan oleh cuaca ekstrim misalnya banjir membawa lepstospirosis, kholera, dysentri, typhoid fever, menyebarnya spora anthrax, diare, typhoid dan air laut pasang (rob) membawa Hanta virus, leptospirosis, kholera (zooplankton, phytoplankton). Sedangkan dampak langsung pemanasan global bagi kesehatan manusia adalah kanker kulit yang diakibatkan oleh peningkatan ultraviolet.

Pemanasan global ini tak mungkin akan kita biarkan sehingga akan menyebabkan kerusakan di muka bumi. Kita harus mengendalikan pemanasan global ini, beberapa langkah pengendalian pemanasan global antara lain:

  1. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil khususnya batu bara pada 50 tahun ke depan, mulai melakukan konservasi energi, menggunakan energi yang dapat diperbaharui seperti matahari, angin, arus laut dan energi geothermal.
  2. Menggunakan scrubber (penyaring) untuk menangkap C02 dari industri, kendaran bermotor supaya tak lepas ke atmosfir.
  3. Menanam pohon-pohon untuk mengurangi efek rumah kaca melalui proses fotosintesis
  4. Menggalakkan konservasi tanah untuk mengurangi erosi tanag yang dapat melepaskan CO2 ke atmosfir.

Sedangkan langkah-langkah untuk mengendalikan penyakit akibat pemanasan global dapat dilakukan dengan cara manajemen penyakit berbasis wilayah (MPBW). Cara ini digunakan untuk mengendalikan penyakit dengan cara melihat prioritas masalah. Wilayah yang akan diterapakan MPBW haruslah wilayah yang memang menderita penyakit yang cukup tinggi jika dibandingkan daerah lainnya. Wilayah ini dapat dilihat dari peringkatnya dalam riskesdas yang ditetapkan oleh menteri kesehatan. Selain MPBW, terdapat berbagai upaya strategis lainnya untuk mengendalikan efek kesehatan akibat pemanasan global, yaitu:

  • Indonesia Sehat 2020
  • Intensifikasi kegiatan pengendalian faktor risiko yang kini sedang dijalankan: STBM, WSLIC dll
  • Networking (clearing house)
  • R n D (termasuk ke arifan lokal)
  • Pedoman-Guidelines
  • Health Promotion berbasis (knowledge dan evidences)

Tentu semua orang tak ingin hal seperti di film The day after tomorrow terjadi Global warming bukanlah sesuatu hal yang “pasti” terjadi, melainkan sesuatu hal yang masih “akan” terjadi. Global warming masing bisa dikendalikan bahkan dihentikan apabila kita bekerja sama satu sama lain.

Daftar Pustaka

Achmadi, Umar Fahmi. Kapita Selekta KL Dasar. Depok, Jawa Barat.

—. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. November: Kompas, 20005.

Kuntoro. PENCEMARAN UDARA. Depok, Jawa Barat, 2009.

Kusnoputaranto, Haryoto, dan Dewi Susanna. Kesehatan Lingkungan. Depok: Faklutas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2000.

Sutomo, Sumegen. Kesehatan Lingkungan . 16 November 2009.

Water Borne Disease. 16 Desember 20009. http://en.wikipedia.org/wiki/Waterborne_diseases (diakses Desember 28, 2009).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s