2010

“Gung, bangun. Mw liat kembang api gak?” tanya orang tua saya. Pertanyaan itu masih terekam dalam long term memory otak saya. Sebuah pertanyaan yang ditujukan oleh orang tua saya kepada saya ketika saya masih tidur bersama mereka, atau lebih tepatnya ketika saya belum berani untuk tidur sendirian di kamar. Pertanyaan yang keluar dari mulut orang tua saya sekitar 10 tahun yang lalu. Pertanyaan yang hanya saya balas, “ ah malas, zzzz (sambil memejamkan mata lalu tidur lagi)”.

Kini usia saya hampir menginjak 20 tahun. Tentu saja saat ini saya tak tidur bersama orang tua lagi. Di usia ini, kebanyakan saya tidur di kamar kos saya yang menjadi kamar kedua saya setelah kamar yang ada di rumah. Mungkin, malam tahun baru 10 tahun yang lalu itulah yang menjadi akhir dari malam tahun baru saya di rumah. Di tahun-tahun berikutnya, saya selalu melewatkan malam tahun baru di luar rumah, ya meskipun hanya di depan halaman rumah yang penuh nyamuk Culex sambil melihat petasan yang indah (lebih tepatnya melihat sedikit dan kebanyakan hanya mendengar bunyinya saja).

Ah, tulisan ini membuat saya menjadi ingat akan peristiwa-peristiwa di malam tahun baru. Saya jadi ingin menceritakan beberapa peristiwa yang saya letakkan di long term memory saya tersebut. Ah, tapi terlalu banyak kegiatan yang tak berguna yang saya lakukan dalam malam tersebut. Saya hanya mengingat hal yang saya lakukan dalam 4 tahun belakangan ini. Dalam waktu tersebut, alhamdulillah saya berhasil “mengalihkan” kegiatan yang tak berguna dalam mengisi malam tahun baru menjadi kegiatan yang berguna. Sudah 3 tahun kemarin saya selalu mengikuti Dauroh (jalan-jalan islami) bersama teman-teman FOKARI (Forum Komunikasi Rohis Islami Bekasi) di SMA. Alhamdulillah, banyak hal yang saya dapat dari dauroh-dauroh itu.

Sementara itu, di malam tahun baru 2010 saya lewatkan bersama teman-teman saya satu fakultas di masjid Baitul Insan (Masjid BI). Sungguh sangat melelahkan perjalanan ke masjid tersebut. Saya berangkat dari Jalan Kapuk di Depok pukul 20.30 dan sampai ke masjid tersebut pukul 23.30. Benar-benar melelahkan! Perjalanan itu menjadi lama karena banyaknya orang yang memadati jalan di Jakarta saat malam pergantian tahun. Bayangkan saja, dari halte Tosari ke Bundaran HI harus saya tempuh dalam waktu 20 menit! Kekecewaan benar-benar membuncah di ubun-ubun saya dan merobek-robek hati saya waktu itu ketika banyak muda-mudi yang saya yakin banyak dari mereka muslim, bergaul seakan tanpa ada batas. Inilah potret umat Islam Indonesia yang masih banyak mengisi waktu dengan kegiatan yang kuran bermanfaat bagi kehidupan akhirat. Semoga mereka diberikan hidayah oleh Allah SWT, amin.

Kekecewaan dan kelelahan itu sangat terobati ketika saya telah berada di masjid BI. Memang, saya tertinggal dalam tausiyah yang diberikan salah seorang syaikh dari madinah (maaf saya lupa nama beliau), namun saya masih sempat mengikuti shalat khusuf (shalat gerhana), shalat lail, dan kuliah subuh yang sangat menarik. Saya masih ingat ketika sang syaikh yang berasal dari madinah dan bahasa Ibunya adalah arab bercerita bahwa ia sulit mengucapkan “p” dalam bahasa Indonesia, biasanya beliau mengganti huruf “p” dengan “b” karena kesulitan itu. Kesulitan itu pula yang membuat beliau mengalami kesulitan lain ketika hendak membeli apel. Karena beliau tak bisa mengucapkan “apel”, maka ia mengucapkan “abel”, sang penjual buah dalam ceritanya pun terheran-heran (mungkin baru kali ini sang penjual buah mendengar buah abel, yang mungkin dia tahu adalah abel temennya temon). Sang penjual buah pun akhirnya menggelengkan kepala tanda tak tahu, dan akhirnya syaikh itu hendak pergi karena tak mendapatkan buahnya. Tapi, ketika penjual buah membalikka badannya, terlihatlah banyak buah apel di situ. Sang syaikh langsung merespon kira-kira begini

“nah ini buah abelnya…!”,

“oh, ini buah abelnya? Ini mah buah apel bukan buah abel.” kata penjual buah

“ya maklumlah, saya kan manusia ekspor, bukan dari Indonesia.” Kata syaikh.

Cukup sudah tahun 2009 ini saya lewati. Banyak kenangan buruk dan Indah di tahun ini. Banyak pula hal-hal yang saya lakukan. Saya pernah ikut pemilihan Abang Kabupaten Bekasi 2009, pernah menjadi penanggung jawab di berbagai kegiatan, dan saya juga pernah “berkompetisi” untuk menjadi Ketua Lembaga Dakwah Fakultas. Tahun 2009, tahun yang saya lewati tanpa ada satu pun prestasi  dalam suatu kompetisi.

Kedepannya, di tahun 2010 ini saya mempunyai beberapa target:

  1. Memenangi suatu kompetisi atau lomba.
  2. Masuk PPSDMS
  3. Menjaga IPK tetap sesuai dengan target
  4. Mendapatkan beasiswa
  5. Keluar pulau jawa

Bismillah..

2010…i’m comiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinggggggggggggggggg!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s