Berat nyawa kita adalah 21 gram?

Berat nyawa kita 21 gram?

Iklan film tahun 2003, 21 grams, dimulai dengan pernyataan yang sama sekali salah: “Mereka megatakan bahwa kita semua kehilangan 21 gram tepat pada saat kita meninggal”. Ini adalah kalimat pendek yang menarik perhatian, namun tidak ada kebenaran ilmiahnya.

Selama beratus-ratus tahun, mungkin beribu-ribu tahun, orang percaya bahwa “jiwa” memiliki eksistensi fisik tertentu. Pada tahun 1907, Dr. Duncan MacDougall dari Haverhill, Massachussets, mencoba menimbang jiwa. Untuk penelitiannya, ia mengumpulkan enam pasien yang sekarat. Di kantornya, ia memiliki tempat tidur khusus yang “tersusun atas rangka yang ringan dengan skala timbangan yang sangat sensitif”. Ia menegaskan bahwa skala tersebut akurat untuk dua persepuluh ounce (sekitar 5,7 kg). Dengan mengetahui bahwa orang yang sekarat melakukan gerakan yang tidak terkontrol dan bingung dengan seperangkat skala yang sulit seperti itu, ia memutuskan untuk “menyeleksi pasien yang sekarat, yaitu memilih pasien yang menderita penyakit yang mengakibatkan keletihan hebat, sehingga kematian terjadi dengan sedikit atau tanpa gerakan otot, karena dalam kasus seperti itu, papan akan lebih seimbang dan setiap kehilangan yang terjadi akan dapat dicatat dengan mudah”.

Ia memublikasikan tulisannya yang berjudul “The Soul : hypothesis containing soul substance together with experimental evidence of the existence of such substance”, pada bulan April 1907 dalam edisi jurnal American Medicine. Ia menegaskan bahwa ia telah mengukur kehilangan berat badanpada saat orang meninggal, yang ia katakan berhubungan dengan jiwa yang meninggalkan tubuh. Ia menulis, dari samping tempat tidur salah satu pasiennya, bahwa “setelah 3 jam dan 40 menit, ia meninggal dan tiba-tiba bersamaan dengan kematiannya, jarum timbangan bergerak turun dengan menimbulkan suara, dan tetap di sana tanpa memantul kembali. Kehilangan berat badan dipastikan berjumlah tiga perempat ounce”.

Ia bahkan lebih yakin ketika mengulangi eksperimennya terhadap 15 anjing, yang tidak mengalami perubahan berat pada saat mereka mati. Hal ini sesuai dengan kepercayaan populer bahwa anjing tak memiliki jiwa, dan oleh karena itu tidak ada kehilangan berat badan pada saat anjing mati.

Namun, bahkan sebelum artikelnya muncul di dalam American Medicine,koran New York Times pada 11 maret 1907 memublikasikan sebuah kisah tentang dirinya, berjudul “Soul has weight, Physician Thinks”. Reputasinya sekarang diakui, setelah tulisannya dipublikasikan ke dalam jurnal kesehatan yang terkenal di New York Times.

Akibatnya, fakta bahwa berat jiwa adalah tiga perempat ounce (sekitar 21 gram) menjadi pengetahuan umum.

Namun, jika Anda benar-benar memerhatikan dengan teliti pekerjaan ilmiahnya, akan muncul beberapa masalah.

Pertama, enam pasien sekarat tersebut bukanlah sampel yang cukup besar. Mahasiswa statistik dasar mana pun akan tahu bahwa hasil dari sampel semacam ini tidak signifikan secara statistik.

Kedua, dan yang paling memberatkan, ia mendapatkan hasil yang ia inginkan (misalnya, pasien pasti kehilangan berat badan ketika meninggal) hanya dari satu pasien saja! Dua hasil yang lain dikesampingkan karena “masalah teknis”. Pasien lain terkadang saja kehilangan berat badan tiga perempat ounce, dan kemudian berat badannya kembali lagi! (Apakah jiwanya kembali?) Dua dari pasien yang lain tercatat kehilangan berat badan segera setelah kematian, namub kehilangan lebih banyak berat badan beberapa menit kemudian. (Apakah mereka meninggal dua kali?) Jadi, ia tak menggunakan enam hasil, hanya satu. Ini merupakan contoh bagus dari “laporan yang selektif”. Ia menggunakan satu hasil yang menunjang teori kesayangannya dan mengabaikan lima hasil lain yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Masalah ketiga sedikit lebih tajam. Bahkan saat ini, dengan semua tekhnologi canggih, terkadang masih sulit untuk menentukan saat kematian yang tepat. Dan, kematian apa yang dia maksudkan? Apakah kematian sel? Ataukah kematian otak, atau kematian fisik, atau kematian jantung, atau kematian menurut hukum? Bagaimana mungkin Dr. MacDougall begitu tepat pada tahun 1907? Dan, seberapa akurat skalanya?

Dari satu hasil yang tak dapat diulang kembali, mitos abadi dimuculkan. Mungkin benar bahwa ada pengurangan berat badan setelah kematian, namun eksperimen ini tidak membuktikannya.

Kita meninggalkan sesuatu di belakang ketika kita meninggal, yaitu pengaruh kuat yang abadi yang kita lakukan kepada orang lain. Mengapa kita tidak mecoba mengukur dampak mental ini, alih-alih mencoba mengukur berat jiwa?

Jiwa melayang naik atau turun?

Ada sesuatu yang salah dengan gagasan bahwa tubuh menjadi lebih ringan ketika jiwa meninggalkannya. Bagaimanapun juga, jika jiwa lebih ringan daripada udara, dan melayang ka atas, kemudian tubuh tertinggal, maka menurut hukum fisika, seharusnya tubuh lebih berat.

Bayangkan jika Anda sedang duduk di salah satu ujung jungkat-jungkit dan tetap seimbang karena Anda diikat pada sejumlah besar balon helium. Balon-balon ini cenderung naik “mengangkat” Anda. Jadi, balon-balon ini membuat Anda lebih ringan dari berat normal Anda. Jika Anda menggunting tali yang mengikat Anda pada balon, balon-balon tersebut segera terbang, menjauh dari Anda. Balon-balon tidak memberi Anda “berat negatif”. Jadi, Anda tidak akan bertambah berat, dan ujung jungkat-jungkit yang lain akan bergerak naik.

Namun, hal ini tidak terjadi pada eksperimen jiwa pada tempat tidur yang dilakukan Dr.  Macdougall. Sebaliknya, ujung keseimbangan yang lain bergerak turun.

Hal ini berarti (jika eksperimennya berhasil) bahwa jiwa lebih berat daripada udara. Ketika jiwa meninggalkan tubuh, jiwa jatuh ke tanah dan mengalir ke bawah, bukannya melayang menuju surga. Mungkin, jika jiwa lebih berat daripada udara (seperti burung), jiwa dapat tetap melayang dan mengepakan sayap-sayapnya…

Dikutip dari:

Kruszelnicki, Karl. Great Myth Conception (Mitos-mitos Besar yang Keliru). Sydney: HarperCollins Publishers, 2004.

Referensi

“Soul has weight physician thinks”, New York Times, 11 maret 1907, hlm.5

“Soul man”, www.snopes.com/religion/soulweight.asp: urban legends references pages.

MacDougall, Duncan, MD, “The Soul: Hypothesis concerning soul substance together with experimental evidences of the existences of such substance”, American Medicine, April 1907.

www.recylearea.wordpress.com

“Kadang sesuatu yang kita anggap bekas masih sangat berguna bagi orang lain.”

Iklan

3 thoughts on “Berat nyawa kita adalah 21 gram?

  1. menurut gw berat benda mati itu beda dengan benda hidup, kemungkinannya banyak bila kita meninggal beratbadan kita menjadi turun, contohnya darah kita menjadi beku alah satunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s