Inilah dia Berita bagus: Cokelat Tidak Menyebabkan Jerawat!

Inilah dia Berita bagus: Cokelat Tidak Menyebabkan Jerawat!

Ada pepatah kuno: “Anda adalah apa yang Anda makan”. Namun, tentu saja, makan wortel tidak mengubah Anda menjadi wortel. Pepatah tadi mungkin berarti bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan yang beraneka ragam dapat menyebabkan penyakit, misalnya, jantung koroner, diabetes, tekanan darah tinggi, karise gigi, dan kanker usus. Namun, apakah cokelat menyebabkan jerawat?

Cokelat pertama kali dimakan 2.600 tahun yang lalu di selatan Belize, Amerika Tengah. Kita tahu hal ini karena ada bekas-bekas cokelat yang ditemukan dalam beberapa bejana tanah liat kuno di wilayah tersebut. Dengan adanya penyerangan Spanyol pada abad ke-15, cokelat dikonsumsi bersama sebagian besar makanan, biasanya dicampur dengan bahan lain, seperti Maize (sejenis biji-bijian) atau madu. Hernando Cortez, orang Spanyol yang menaklukan Meksiko, membawa kembali tiga peti biji kakao ke Spanyol pada tahun 1519. Orang Spanyol dapat merahasiakan pembuatan minuman cokelat hingga tahun 1606, ketika cokelat akhirnya keluar dari spanyol dan muncul di Italia. Kmeudian mendunia. Saat ini, cokelat disukai oleh penjelajah Antartika karena kaya kalori, dan kebanyakan dari kita menyukai rasanya serta “sensasinya di mulut”. Cokelat juga mengandung kafein, dan bahan kimia lain yang secara langsung memengaruhi Neurotransmitter “perasaan baik” di otak.

Namun, bagaimana dengan kepercayaan yang hampir universal bahwa cokelat merupakan salah satu penyebab jerawat paling kuat?

Cerita tentang jerawat dimulai dari kelenjar sebaseus (kelenjar minyak di kulit) yang abnormal, yang menjadi lebih akitif daripada kelenjar sebaseus normal. Kelenjar sebaseus membuka kearah folikel rambut, sementara folikel rambut membuka ke arah kulit. Kelenjar sebaseus, yang menutupi sebagian besar tubuh, paling banyak ditemukan di bagian wajah dan dada, namun tidak terdapat di telapak kaki dan telapak tangan. Kelenjar ini memproduksi cairan minyak yang disebut sebum—sehingga diberi nama kelenjar sebaseus. Jadi, adalah normal bagi tubuh untuk memproduksi sebum yang merupakan campuran dari berbagai macam lemak, misalnya trigliserida, kolesterol dan lilin.

Jerawat timbul karena kelenjar sebaseus yang terlalu aktif. Campuran kelenjar sebaseus, keratin, dan sel-sel mati menyumbat mulut kelenjar sehingga membengkak. Terkadang kondisi jerawat memburuk. Dalam kasus jerawat yang lebih rumit, bakteri menyerang dan menginfeksi kelenjar yang menggembung. Lebih parah lagi, isi kelenjar yang bengkak tadi dapat keluar dan memasuki jaringan sekelilingnya, menyebabkan radang dan kista.

Mengapa orang mencoba mengaitkan cokelat dan jerawat? Jawabannya adalah, baik cokelat maupun sebum kaya akan lemak. Orang beranggapan bahwa jika Anda makan banyak cokelat, tubuh Anda kemudian akan mencoba membuang lemak dalam cokelat dengan menyemprotkannya keluar kelenjar sebaseus. Menurut teori ini, artinya kelenjar  sebaseus yang terlalu penuh kemudian akan tersumbat dan akan menyebabkan jerawat.

Meskipun tidak ada bukti apapun tentang teori ini, buku-buku dermatologi pada tahun 1950 menegaskan bahwa cokelat menyebabkan jerawat. Dari tahun 1960-an hingga 1980-an, para ahli kulit membuktikan kaitan antara makan cokelat dan timbulnya jerawat.

Beberapa penelitian yang cerdas melacak beberapa lemak dalam cokelat dengan menggunakan radiasi yang sangat rendah, untuk melihat di mana lemak tersebut berakhir. Namun, hampir tidak ada lemak dalam cokelat yang dilacak tersebut muncul di dalam sebum. Hal ini membuktikan tidak adanya kaitan molekuler antara cokelat dan jerawat.

Penelitian lain dilakukan pada sekelompok narapidana pria dan sekelompok remaja yang memakan dua jenis “cokelat” batang yang rasanya hampir sama. Setengah bagian diisi cokelat 10 kali lebih banyak daripada cokelat biasa, sementara setengah lainnya tidak mengandung cokelat sama sekali. Penelitian ini menunjukkan bahwa cokelat tidak menyebabkan peningkatan jerawat.

Di daratan Inggris, penelitian-penelitian yang lengkap sejauh ini menunjukkan bahwa cokelat tidak menyebabakn jerawat, Ini berita bagus bukan?

Dan, kembali pada cokelat lezat dan pepatah lama yang mengatakan “Anda adalah apa yang Anda makan”, mengapa Anda keberatan menjadi manis, diinginkan, dan disukai secara universal seperti cokelat? Bukankah pohon kakao dari mana cokelat berasal, disebut Theobrama, yang berarti “makanan para dewa”?

BAGAIMANA DENGAN MEMENCET JERAWAT?

Tidak, jangan pernah melakukannya. Jika Anda memencet jerawat, Anda akan merusak folikel rambut. Anda juga akan memicu reaksi sel, yang akan memacu pelepasan leukotrien dan enzim, sehingga timbul peradangan dan bekas luka. Bekas luka ini rata, berwarna kecoklatan karena pigmen, lalu akan memudar setelah beberapa tahun.

Jika Anda tak tahan melihat jerawat yang bengkak dan penuh nanah, atau terasa sakit karena berisi nanah, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan. Pertama, sterilkan sebuah jarum atau peniti yang tajam dengan alkohol atau api. Kedua (minta bantuan orang untuk melakukannya), tusuklah ”kepala”  jerawat, namun hanya permukaannya saja (tidak lebih dari 1 mm). Kemudian, usap nanahnya dengan kain bersih atau tisu. Apapun yang Anda lakukan, janganlah pernah memencet jerawat!

Di sisi lain, sebagian orang merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika memencet jerawat….

Dikutip dari:

Kruszelnicki, Karl. Great Myth Conception (Mitos-mitos Besar yang Keliru). Sydney: HarperCollins Publishers, 2004.

REFERENSI

Cains, G.D., “Acne Vulgaris”, MIMS Disease Index, Intercontinental Medical Statistic (Australasia) Pty Ltd., 1991/92, hlm. 15-17.

De Launey, Wallace E., Principle and practice of dermatology. Butterworths Pty Ltd., 1978, hlm. 84-89.

Recylearea.wordpress.com

“Kadang sesuatu yang kita anggap bekas masih sangat berguna bagi orang lain.”

Iklan

4 thoughts on “Inilah dia Berita bagus: Cokelat Tidak Menyebabkan Jerawat!

  1. Setuju gung.
    Cokelat tidak menyebabkan jerawat….!!!
    knp nih artikel lu baru bikin skrng c gung?
    coba wkt gw masih ngedabus, kan kali aj bs meningkatkan pendapatan gw. hehe

    Coklat bnyk manfaatnya loh, salah satunya klo d makan bs bikin hepi. hehe
    Tp memang, kalo d makan berlebihan coklat bs bikin gemuk dan bs bikin ketagihan gt.
    ya memang deh segala sesuatu yg berlebihan itu krng baik. hoho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s