Duta Mahasiswa Nasional 2010

Duta Mahasiswa Indonesia 2010

Jujur sebenarnya gak pernah nyangka saya bisa ikut acara sebesar dan setaraf nasional seperti duta mahasiswa indonesia ini. Saya kira ajang ini “hanya” jadi ajang buang-buang uang dan buang-buang waktu, tanpa menghasilkan prestasi apapun seperti yang telah banyak saya lakukan sebelumnya. Sekadar tahu saja, saya pernah mengikuti abang mpok bekasi dan tak berhasil meraih prestasi apapun, saya juga pernah mengikuti lomba blog dan lomba tulis lain, namun hasilnya nihil.

Pada awalnya, saya sedikit psimis dengan ajang ini. Namun, alhamdulillah, Allah telah memberikan saya semangat sehingga saya tak pernah menyerah menghadapi kegagalan dari berbagai macam lomba. Alhamdulillah juga, saya mempunyai resolusi tahun ini yang mengharuskan saya berprestasi. Fuihhh…semoga saja saya bisa bersyukur dengan rahmat ini, dan juga bisa tidak puas dengan prestasi ini ^^. Baiklah saya akan ceritakan tentang duta mahasiswa indonesia 2010…

DUTA MAHASISWA JAKARTA

Semuanya berawal dari keikutsertaan saya pada pelatihan konseling tahun lalu. Pada pelatihan konseling sebaya itu, para peserta (termasuk saya) diberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja yang mencakup AIDS, pacaran sehat, hubungan sex pra nikah, dll. Jujur, waktu itu saya hanya berniat untuk memperoleh ilmu saja. Alhamdulillah di sini saya berhasil menjadi peserta terbaik.

Sekitar satu semester berlalu dari pelatihan konseling sebaya itu, para panitia dan peserta konseling sebaya berinisiatif mengadakan kegiatan dengan judul Kesehatan reproduksi in Action 3. Sebuah kegiatan yang diadakan dibawah naungan Himakespro ini berisi berbagai macam seminar tentang kesehatan reproduksi dan napza. Acara ini banyak mendapatkan pujian karena peserta yang ikut sangat banyak, bahkan pada seminar akhir di acara ini, para peserta telah mengantri sejak 1,5 jam sebelumnya dan aula yang berkapasitas sekitar 300 orang juga penuh. Fantastis!

Di tengah kepanitiaan Kespro In Action 3 itu, tiba-tiba ada surat undangan untuk mengikuti lomba duta mahasiswa se- Jakarta yang dilaksanakan di BPMPKB cempaka putih. Lomba duta mahasiswa se-Jakarta ini mengharuskan setiap peserta yang ingin ikut untuk membuat suatu karya tulis tentang Triad KRR (Seksualitas remaja, AIDS, dan NAPZA) dan presentasi tentang karya tulis itu. Saya pun tergiur untuk mengikutinya, namun saya sedikit khawatir karena waktu yang disediakan untuk membuat karya tulis tersebut hanyalah sekitar 4 hari. Di dorong dari kebutuhan uang untuk kepanitiaan saya dan keinginan untuk berprestasi akhirnya saya paksakan untuk mengikutinya.

Bagaimana membuat karya tulis yang bagus dalam 4 hari? Pada awalnya, saya merasa sangat stres dalam mencoba untuk menjawab pertanyaan itu. Akan tetapi, sebuah ide tema karya tulis tiba-tiba terlintas dalam benak saya. Akhirnya, saya menulis sebuah tulisan dengan menerapkan prinsip Hierarki Pengendalian Bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja kepada pengendalian resiko HIV/AIDS karena free sex pada remaja. Saya juga mencoba untuk melakukan sebuah riset kecil dengan penyebaran kuesioner kepada para mahasiswa FKM UI. Tulisan dan riset itu saya rampungkan dalam jangka waktu 2 hari, itupun saya harus bolos satu mata kuliah yang punya bobot 3 sks, saya juga begadang untuk menyelesaikannya. Sungguh melelahkan.

Hari presentasi karya tulis itupun datang. Saya memakai kemeja panjang coklat yang serasi dengan celana panjang coklat yang saya pakai ditambah dengan sepatu pantopel yang mengkilat, hmm, saya memakai pakaian yang persis saya kenakan ketika seleksi abang mpok kabupaten bekasi beberapa waktu yang lalu. Dengan pakaian yang rapih tersebut, banyak diantara teman-teman saya yang ikut lomba merasa pakaian saya “terlalu rapih”, namun saya tetap percaya diri saja. Jam demi jam berlalu, saya melakukan presentasi kurang dari 10 menit di depan juri. Saya sangat yakin dengan presentasi yang saya lakukan karena para juri banyak melontarkan pujian untuk saya. Sayapun sedikit optimis bahwa saya nanti akan mendapatkan gelar juara. Optimisme saya tadi ternyata menjadi kenyataan, sayapun berhasil meraih juara kedua duta mahasiwa se-jakarta. Alhamdulillah ^^

Saya mengira bahwa saya sudah tak memiliki tanggung jawab apalapun terhadap duta mahasiswa jakarta ini karena saya “hanya” mendapatkan juara kedua bukan juara pertama. Perkiraan saya itu salah, ketika saya dalam perjalanan pulang dari lomba duta mahasiswa se-jakarta itu, saya ditelepon oleh BPMPKB jakarta. Dia bilang bahwa saya diminta ke kantor BPMPKB 2 hari setelah lomba itu.

DUTA MAHASISWA NASIONAL

2 hari kemudian, saya kembali datang ke BPMPKB jakarta. Ternyata pada hari itu, saya diminta untuk mewakili jakarta pada duta mahasiswa nasional bersama dengan mahasiwi UNJ yang juara 1 duta mahasiswa jakarta. Duta mahasiswa nasional rupanya menggunakan sistem seperti abang mpok yang memasangkan antara pria dan wanita, tidak seperti duta mahasiswa jakarta. Saya senang sekaligus takut karena saya harus maju ke tingkat nasional, tingkat yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya pun akhirnya tetap maju dengan semangat. Saya mempunyai 1,5 minggu untuk mempersiapkan duta mahasiswa nasional.

Berulang kali saya menempuh jarak Depok-Cempaka Putih untuk latihan catwalk dan presentasi. Sungguh sangat amat melelahkan. Banyak yang harus saya korbankan di masa ini, fisik, akademis, saya terpakasa tidak ikut kerja kelompok, tidak ikut rapat BPH Nurani, hingga tidak ikut syuro Departemen Kajian dan Mushola Lembaga Dakwah Fakultas FKM UI padahal saya merupakan kepala departemennya. Pengorbanan itu terasa indah ketika saya banyak mendapatkan banyak ilmu baru tentang presentasi di muka umum dan catwalk.

Catwalk?? Lembaga Dakwah Fakultas?? Mungkin para pembaca ada yang merasa aneh terhadap saya. Di satu sisi saya berlatih catwalk yang merupakan representasi dari dunia hedonisme, di sisi lain saya merupakan seorang anak rohis. 2 sisi yang memang cukup berlainan, namun percayalah saya melakukan catwalk dengan batas-batas syar’i, saya melakukannya untuk niat baik ditambah sayapun tidak menemukan dalil tentang larangan untuk catwalk. ^^

Hari itu pun tiba, hari dimana duta mahasiswa nasional berlangsung. Duta mahasiswa nasional berlangsung pada tanggal 25,26,27 mei 2010 di BKKBN Pusat, Halim, Jakarta Timur. Pada mulanya saya sangat grogi karena saya melihat teman-teman dari 32 propinsi yang seakan “lebih gaul” daripada saya yang berasal dari jakarta.

Akan tetapi, saya akhirnya berhasil beradaptasi dengan mereka tanpa menghilangkan prinsip saya. Prinsip yang pada mulanya (mungkin saja) membuat mereka bingung, prinsip yang insya allah sesuai dengan syariah, prinsip yang salah satunya terkandung larangan untuk berjabat tangan dengan lawan jenis. Alhamdulillah, dengan prinsip yang saya jalankan itu, teman-teman duta mahasiwa nasional pun maklum dengan saya bahkan ada yang kagum karena saya “berbeda”. Saya pun menemukan seorang teman yang mempunyai prinsip yang sama dengan saya, seorang ikhwan dari jambi, seseorang yang dijodohkan sekamar dengan saya. Alhamdulillah, dari tukar pikiran dengan teman saya itu, saya memperoleh informasi bahwa banyak ikhwan lain di Jambi seperti Ikhwan yang saya kenal di Universitas Indonesia. Alhamdulillah.. ^^

Duta mahasiswa nasional memiliki 3 tahap seleksi. Seleksi tahap pertama adalah seleksi presentasi dan catwalk. Tahap presentasi saya lakukan  persis seperti apa yang saya lakukan di duta mahasiswa Jakarta hanya waktunya menjadi lebih cepat yaitu 3 menit. Pada seleksi tahap catwalk semua peserta memakai pakaian adatnya masing-masing. Subhanallah, Sungguh sangat indah Indonesia yang memiliki kebudayaan yang sangat amat kaya. 32 propinsi 32 pakaian adat yang benar-benar menarik dari yang memiliki model seperti pakaian kompeni (VOC) hingga pakaian yang terbuat dari dedaunan. 32 propinsi, 32 kebudayaan, 32 bahasa, 32 pasangan, sungguh sangat indah. Pada seleksi tahap pertama ini peserta disaring hingga menjadi 10 orang putra dan 10 orang putri. Alhamdulillah, saya termasuk dalam kesepuluh orang tersebut, padahal saya sama sekali tidak mempunyai firasat.

Seleksi tahap kedua adalah seleksi penyuluhan. Persis seperti abang mpok atau abang none, setiap peserta diharuskan memberikan penyuluhan tentang tema yang tidak dia ketahui sebelumnya. Pilihan-pilihan tema itu terdapat dalam bola-bola kecil dalam akuarium kecil, temanya memang tak kami ketahui namun temanya tidak jauh dari triad KRR yang sudah menjadi “lahan” kami. Ketika saya maju, saya mendapatkan tema “nikah muda”. Pada awalnya, saya bahkan sempat lupa tema yang saya bawakan karena grogi, namun teman-teman duta mahasiswa nasional yang lain segera memberi tahu judul itu dan memberikan semangat. Saya mencoba membuang rasa grogi saya dan segera berusaha menguasai panggung dengan dukungan semangat dari teman-teman duta mahasiswa nasional yang lain. Terima kasih untuk teman-teman duta mahasiswa nasional!! Seleksi tahap kedua ini menyaring hingga tersisa 5 orang putra dan 5 orang putri. Saya tidak pernah berpikiran bahwa saya akan maju ke 5 besar mengingat saya sempat salah judul pada awal saya penyuluhan, namun Allah memberikan saya kesempatan hingga saya masuk 5 besar. Alhamdulillah!

Seleksi tahap 3 adalah seleksi bahasa Inggris. Sistemnya sama seperti seleksi tahap kedua namun kami harus memakai bahasa Inggris selain itu topiknya adalah topik umum yang sama sekali tak pernah kami bayangkan sebelumnya. Saya mendapat giliran pertama, sungguh saya kaget ketika saya dipanggil pertama hal itu membuat saya sangat grogi dan topik yang saya dapat sungguh diluar prediksi saya : sri mulyani. Saya benar-benar blank pada saat itu,akhirnya saya pun merasa bahwa saya melakukan kebodohan di atas panggung dengan penampilan yang cukup jelek. Saya kira saya tidak akan memperoleh juara di ajang ini, namun, entah mengapa 3 finalis putra yang lain juga mendapatkan hal yang sama seperti yang saya dapatkan, bahka jauh lebih parah. Ada dari mereka yang diam saja tanpa mengetahui judulnya, ada yang melawak, ada yang menggunakan bahasa indonesia padahal diminta bahasa Inggris. Hanya satu peserta, dari jawa timur, yang benar-benar lancar bahasa inggrisnya. Alhasil, saya pun mendapat juara 2 putra di lomba duta mahasiswa nasional ini. Alhamdulillah!

BERTEMU DENGAN IBU WAKIL PRESIDEN

Ketika pembukaan lomba duta mahasiswa nasional, kami dijanjikan oleh Kepala BKKBN pusat bahwa siapapun nanti yang menjadi juara nasional maka akan dibawa bertemu dengan bapak wakil presiden, Boediono. Ternyata, janji itu benar-benar dipenuhi ketika 3 pasang juara nasional ditambah dengan juara favorit bertandang ke istana wakil presiden. Namun, kami bukannya bertemu dengan pak wakil presiden, melainkan dengan ibu wakil presiden karena saat itu pak wakil sedang sibuk. Kami sudah cukup senang dibawa ke istana wakil presiden mengingat tak sembarang orang bisa masuk ke sana, ditambah kami berkesempatan berfoto dengan ibu wakil presiden. Sebuah kesempatan yang benar-benar langka.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan banyak rahmat sehingga saya bisa meraih semua prestasi tersebut. Alhamdulillah, tidak ada kata yang cocok untuk menggambarkan dan membayar semua rahmat-Mu ini ya Allah. Alhamdulillah, seorang anak satpam seperti saya berhasil hingga tingkat nasional. Alhamdulillah ^^

Sekian

Agung Supriyadi

Juara 2 Duta Mahasiswa Nasional

Iklan

7 thoughts on “Duta Mahasiswa Nasional 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s