Surat Cinta Untuk Mama

Surat Cinta Untuk Mama

Mama, mungkin ini surat pertama yang ku tulis untukmu, meskipun telah 20 tahun aku menjadi anakmu. Mama, betapa durhakanya aku ketika dirimu telah memberikan aku banyak kasih sayang namun aku hanya mampu mengungkapkan kasih sayang ku ini pada sebuah surat, surat yang mungkin tak kan pernah dibaca oleh mu mama, surat yang tak pernah aku berikan pada mu, surat cinta untukmu mama.

Mama, 20 tahun yang lalu kau mengelurakan aku dari rahim mu dengan pertaruhan nyawa. 15 tahun yang lalu kau membawa aku kepada Taman Kanak-kanak. 13 tahun yang lalu kau membawa ku kepada taman pengajian. 5 tahun yang lalu kau membawaku kepada SMA.

Mama, aku masih ingat ketika engkau bangun di tengah malam hari ketika aku dengan tak tahu dirinya meminta mu untuk membuatkan aku sebuah telur dadar, mama kenapa kau rela bangun untuk membuatkan aku telur dadar? Mama, aku masih ingat tubuhku panas semalaman dan engkau terus berada di sampingku untuk menjagaku, memegang dahiku, bolak-balik menyediakan kain dingin untuk mengompresku, bahkan hingga tidak tidur, mama kenapa kau rela melakukan hal yang seperti itu? Mama, aku juga masih ingat ketika aku lulus SMA dan masuk Universitas engkau rela untuk menjual perhiasanmu dan membuka warung kecil-kecilan untuk membayar uang masuk Universitas  yang mahal bagi keluarga kita, tapi mengapa ma, mengapa engkau melakukan itu semua? Mengapa dibalik fisikmu yang kecil engkau bisa melakukan sesuatu yang besar? Mengapa diantara kerepotanmu mengurus dua adik kecilku, engkau masih bisa untuk mencari uang tambahan untukku ma? Mengapa? Adakah engkau seorang malaikat?

Aku masih ingat betapa besarnya pengorbananmu untukku ma. Tapi ma, maafkan aku karena aku sudah banyak melakukan hal yang membuat kamu sedih ma. Pernah suatu ketika aku dengan teganya meninggalkan kau yang sedang repot mengurus adik untuk pergi dengan teman-teman. Pernah suatu ketika aku mengatakan masakanmu tidak enak ma, padahal engkau membuat itu dengan pengorbanan yang teramat besar. Pernah suatu ketika aku menolak permintaanmu untuk membeli sesuatu, dan kaupun menangis saat itu. Mama, maafkan aku ma..maafkan anakmu yang tak tahu diri ini.

Mama, kini aku telah dewasa, usiaku kini telah mencapai 20 tahun. Mama, maafkan aku karena mungkin aku belum bisa membuat engkau bangga. Aku kini bukan aku yang bisa setiap hari bertemu denganmu ma, bukan aku yang setiap hari mengepel rumah, bukan aku yang setiap hari menyuci piring ma. Maafkan aku ma karena aku kini telah berubah, dunia-duniaku kini disibukkan dengan aktifitas-aktifitas kampus yang membuat waktuku semakin sedikit untukmu ma. Ingin aku keluar dari aktifitas kampus ini untuk bisa bertemu denganmu dengan lebih sering, tapi ku tak bisa, ku tak bisa meninggalkan ini semua. Mama, aku percaya dengan aktifitas ini aku bisa merubah bangsa yang kucintai ini dan aku juga percaya dengan aktifitas ini aku akan dapat membahagiakan mu ma nanti, entah kapan.

Mama, maafkan aku karena aku menjauh darimu saat ini. Ma, maafkan aku yang tak berani memberikan surat ini untukmu. Ma, inilah surat untukmu, surat cinta untuk mama…

sumber dari : http://ukhyeni.files.wordpress.com/2009/06/207jl9.jpg

Agung Supriyadi

Depok, 23 Agustus 2010

11 thoughts on “Surat Cinta Untuk Mama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s