Yuk, kita jaga air dengan teknologi sederhana.. (1)

Kompetisi Web Kompas MuDa & Aqua

It’s about us: Air Untuk masa depan

Pernahkah kamu membayangkan berada di Bulan selama dua minggu yang tidak memiliki persediaan air? Pernahkah kamu membayangkan berada di Gurun Sahara yang gersang? Atau pernahkah kamu berpikir tentang nasib teman-teman yang dilanda bencana kekeringan?  Saya yakin tak ada dari kita yang menginginkan kondisi seperti itu karena kita akan sulit hidup bahkan tidak bisa hidup dalam kondisi seperti itu, kita tak mungkin hidup pada kondisi tanpa air.

Air adalah sebuah zat yang tersusun dari atom Hidrogen dan Oksigen. Sebagian besar permukaan bumi tertutup oleh air yang menjadikan bumi planet dengan konsentrasi air terbanyak diantara planet-planet lainnya. Kita semua masih bisa hidup sampai sekarang salah satunya karena persediaan air yang cukup di Bumi.

Kita semua setuju bahwa air sangat penting bagi tubuh manusia dan lingkungan. Air bagi tubuh manusia memberikan peranan penting karena sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air. 90% darah terdiri atas air, 75% otot dan otak terdiri atas air, 25% lemak tubuh terdiri atas air, dan 22% tulang terdiri atas air. Sedangkan, air untuk lingkungan berperan penting karena sebagian besar makhluk hidup berada di air yang melingkupi 2/3 bagian bumi. Tiada makhluk hidup yang mampu hidup tanpa air.

Gambar 1. Air untuk pengungsi Gunung Merapi

Saya yakin, kamu pasti ingin air yang ada di Bumi ini tetap bisa dimanfaatkan oleh kita kan? Saya akan menjelaskan beberapa teknologi sederhana untuk menjaga air sebagai masa depan kita ke kamu melalui artikel ini. Check it out!

  1. Teknologi Konservasi Air Tanah dengan Sumur Resapan (Indriatmoko dan Wahjono,1999) untuk perkotaan.

Coba deh bayangkan bagaimana keadaan Jakarta ketika hujan. Saya yakin pasti kamu langsung membayangkan rumah-rumah yang tergenang air dan jalan-jalan yang macet karena selokan meluap. Coba sekarang kamu bayangkan keadaan Jakarta ketika musim kemarau. Saya pun yakin kamu langsung membayangkan keadaan rumah tangga yang terpaksa membeli air dari tukang air keliling ataupun menunggu jatah dari PDAM yang kualitas airnya masih diperdebatkan.

Nah, teknologi konservasi tanah dengan sumur resapan bisa jadi merupakan suatu jawaban atas bayangan-bayangan kamu tadi terhadap Jakarta. Lewat teknologi sederhana ini, kita bisa menambah jumlah air yang masuk ke dalam tanah ketika hujan, mengurangi air yang berlebih di permukaan sehingga bisa menghindari banjir, mencegah penurunan tanah, bahkan bisa menurunkan konsentrasi pencemaran air tanah.

Lantas, apa aja sih bahan-bahan dan peralatannya? Gimana ya cara pembuatannya? Gampang kok..

Bahan utama yang diperlukan untuk membuat sumur resapan adalah seng plastik, paralon, beton/bata. Seng/plastik digunakan untuk menampung air hujan yang berasal dari genting, selanjutnya air tersebut dialirkan melalui paralon menuju sumur resapan. Paralon digunakan untuk mengalirkan air hujan dari talang ke sumur resapan. Beton (bis beton) atau dari batu bata digunakan sebagai dinding sumur resapan. Sedangkan, alat-alat yang diperlukan dalam pembuatan sumur terapan adalah peralatan pertukangan seperti tukang kayu dan tukang batu, alat ukur dan kayu atau bambu.


Gambar 2. Bahan bis beton yang digunakan untuk sumur resapan dengan sistem dinding yang tidak porus dan porus

Untuk membuat sumur ini, kita memerlukan 3 tahap yaitu; tahap persiapan awal berupa penyiapan lahan dan  bahan. Kemudian, tahap penggalian sumur dan penyiapan jaringan penghubung dari atap rumah ke sumur. Tahap yang terakhir adalah  pemasangan bis beton atau bata bata dan pemasangan jaringan dari rumah ke rumah.

Pemasangan sumur resapan dapat dilakukan dengan model tunggal dan komunal. Sumur resapan model tunggal hanya diperuntukkan untuk satu rumah yang biasanya diletakkan di halaman rumah. Sumur resapan model komunal adalah sumur resapan yang digunakan secara bersama-sama untuk lebih dari satu rumah yang biasanya dipasang di bahu jalan.

Gambar 3:  Sketsa Teknologi Sumur Resapan dalam lingkungan (1)

Gambar 4:  Sketsa Teknologi Sumur Resapan dalam lingkungan (2)

Gimana? Gampang kan? Selamat Mencoba dan menjaga air untuk masa depan ya..jangan lupa baca lanjutannya..

Yuk kita jaga air untuk masa depan kita

Daftar Pustaka

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Teknologi Pengolahan Air. Jakarta: Kelompok Teknologi Pengolahan Air Bersih dan Limbah Cair, 1999.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Kesehatan Masyarakat dan Teknologi Peningkatan Kualitas Air. Jakarta: Direktorat Teknologi Lingkungan, 1999.

http://www.aqua.com/uploads/images/gon-l.jpg

Kompetisi Web Kompas MuDa & Aqua

It’s about us: Air Untuk masa depan

Iklan

15 thoughts on “Yuk, kita jaga air dengan teknologi sederhana.. (1)

  1. hm hm. . .

    kunjungan sesama peserta. 🙂

    kalo boleh saran,gambarnya yang dipasang di artikel ukurannya terlalu besar. .

    kalo ukurannya dikecilkan mungkin lebih enak dipandang n lebih rapi. .:)

    ditunggu kunjungan baliknya. . . 🙂

  2. Ping-balik: Sumur Resapan (3) « Take And Share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s