Bulan Perjuangan dan Kemenangan

Bulan Perjuangan dan Kemenangan

 

Revolusi bumi terhadap matahari kini telah mengantarkan kita menuju Ramadhan. Sebuah bulan yang pernuh berkah dan banyak hikmah di dalamnya. Bulan di mana kita harus menjaga hawa nafsu dari makan dan minum serta bersetubuh  dari mulai fajar hingga matahari terbenam. Akan tetapi, banyak dari kita yang menjadikan Ramadhan sebagai alasan untuk tidak produktif, malas, dan enggan beraktifitas seperti biasa. Bahkan, ada orang yang tidur lebih banyak di Bulan Ramadhan  daripada bulan lainnya karena menganggap semakin banyak tidur semakin banyak pahala.

“Kontradiktif” adalah kata yang tepat dari situasi yang dilukiskan pada paragraf di atas terhadap apa yang dilakukan oleh kaum muslim sebelum kita. Mereka meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya karena mereka menyadari begitu banyak rahmat dan pelipatgandaan pahala dari Allah di Bulan Ramadhan ini. Mereka juga tak segan untuk berperang untuk menegakkan kalimat Allah di bumi-Nya. Mereka berperang seolah dalam keadaan kenyang, berkecukupan, penuh semangat padahal keadaan mereka saat itu tidak memiliki pemasukan energi dari makanan ataupun minuman.

Tengoklah pada perang pertama umat Islam yang tepat terjadi ketika 17 Ramadhan tahun 2 hijriyah. Ketika itu, perintah untuk puasa Ramadhan baru saja diturunkan. Akan tetapi, pasukan muslim yang sedang berpuasa dan berjumlah hanya 313 orang saja serta tanpa persiapan perang, harus merelakan dirinya untuk berhadapan dengan 1000 orang kaum kafir dari Mekkah di medan Badar. Secara logika, tidak mungkin pasukan muslim dengan begitu banyak kelemahan bisa menang di Badar. Tapi, Allah telah memberi kekuatan kepada mereka sehingga mereka bisa menang di Badar.

Atau kita bisa membuka buku Shirah Nabawi kita, lantas carilah Perang Ahzab. Hanya 1000 orang mujahid muslim harus membela Allah dengan berhadapan dengan 100.000 kaum kafir dari berbagai macam golongan. Perang yang juga terjadi dalam bulan Ramadhan tahun kelima hijriyah ini, harus dilewati para mujahid dengan peluh dan dahaga yang teramat sangat karena harus menggali parit yang sangat besar untuk mencegah pasukan musuh memasuki Madinah. Para Mujahid pun akhirnya menang walaupun dalam keadaan Puasa dan kelelahan yang teramat sangat.

Kita juga bisa melihat film “kingdom of heaven” yang menggambarkan perang antara Pasukan Salib dengan Mujahid Muslim yang dipimpin oleh Shalahudin Al Ayyubi. Lihatlah betapa heroiknya Mujahid Muslim yang berperang dengan penuh tenaga untuk membebaskan Jerussalem. Kita mungkin tidak sadar bahwa kegagahan Mujahid Muslim pada perang yang terjadi pada 584 Hijriyah itu berlangsung dalam keadaan lapar dan haus karena puasa wajib Ramadhan yang sedang mereka lakukan.

Kemudian, lihatlah pada bangsa kita ketika kita berhasil memproklamasikan kemerdekaan ketika Ramadhan. Padahal, banyak orang yang tidak percaya bangsa Indonesia yang terpecah antara kaum agamis dan nasionalis, minim fasilitas dan keuangan, dan kekurangan Indonesia yang lain mampu untuk memerdekakan dirinya sendiri tanpa hadiah dari bangsa manapun. Kita semua berhasil menjawab ketidakpercayaan itu dengan kemerdekaan yang masih bisa kita nikmati hingga sekarang.

Sejarah muslim pada Bulan Ramadhan telah dilalui dengan banyak perjuangan dan kemenangan yang gilang gemilang. Maka, apakah kita masih ingin banyak tidur dan bermalasan dalam Ramadhan? Tidakkah kita malu pada Rasulullah,Shalahudin Al Ayyubi, Para Mujahid Islam, dan para pendiri negara kita yang berjuang dan memperoleh kemenangan di Bulan Ramadhan? Mari kita isi Ramadhan ini dengan perjuangan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah dan raihlah kemenangan dalam Ramadhan ini.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s