Sepakbola atau Juara Umum?

Banyak media yang memberitakan bahwa tak lengkap rasanya jika Indonesia menjadi juara umum Sea Games XXVI tanpa memperoleh medali emas di cabang sepak bola. Hal itu memang mencerminkan kenyataan bahwa rakyat Indonesia sangat mencintai sepak bola. Suporter yang selalu membanjiri Gelora Bung Karno meskipun harga tiket masuk jauh lebih tinggi daripada cabang olahraga lain ditambah dengan berita-berita tim nasional sepak bola Sea Games XXVI Indonesia yang selalu menjadi headline dalam berbagai media nasional adalah bukti kecintaan rakyat Indonesia terhadap sepak bola.

Kejuaraan olahraga antar bangsa seperti Sea Games ini adalah ajang untuk mewujudkan persaudaraan sekaligus sebagai ajang unjuk kekuatan antar bangsa. Kejuaraan olahraga antar bangsa adalah cara terbaik untuk “memamerkan” kekuatan suatu bangsa tanpa perang dan juga cara terbaik untuk mengetahui siapa bangsa terkuat di antara bangsa-bangsa yang mengikuti kejuaraan olahraga itu. Maka jangan heran ketika dua kekuatan utama dunia saat ini, China dan Amerika Serikat, mampu menjadi 2 negara terbaik pada Olimpiade terakhir di Beijing. Kedua negara ini adalah potret sukses pembinaan di semua cabang olahraga sejak dini dan dikombinasikan dengan kekuatan fisik yang prima.

Indonesia memiliki lebih dari 220 juta penduduk saat ini, namun dengan penduduk sebanyak itu Indonesia belum bisa menunjukkan prestasi olahraga yang hebat. Pembinaan olahraga yang tidak menyeluruh menjadi salah satu faktor penyebabnya. Cabang-cabang yang mampu menembus level internasional seperti bulu tangkis misalnya, hanya mendapatkan dana 40 miliar dalam setahun. Sementara cabang yang kurang mampu menembus level internasional seperti sepakbola telah menghabiskan dana hingga 150 miliar dalam setahun. Belum lagi pembinaan usia dini Indonesia yang masih harus pembenahan di sana-sini.

Indonesia mempunyai potensi untuk memiliki posisi internasional yang lebih baik dalam dunia olahraga yang kurang dimanfaatkan dengan baik. Pada Asia Games 2010 di Beijing silam, Indonesia mampu mengalahkan China pada cabang olahraga Perahu Naga yang merupakan cabang olahraga asli China. Tak tanggung-tanggung, Indonesia berhasil menyabet 3 emas dari cabang olahraga ini. Ironisnya, cabang olahraga ini justru gagal memperoleh emas satu pun di Sea Games XXVI. Bukan tidak mungkin apabila ada cabang- cabang olahraga lain yang memiliki nasib seperti Perahu Naga jika Indonesia tidak serius menggarap potensi yang ada.

Sea Games XXVI telah berakhir dengan menjadikan Indonesia sebagai juara umumnya. Ini berarti Indonesia telah berhasil memposisikan dirinya sebagai negara terkuat se-Asia Tenggara dalam cabang olahraga meski Indonesia harus gagal dalam cabang olahraga sepak bola. Kegagalan ini memang terasa sangat menyakitkan karena sepak bola merupakan cabang olahraga favorit mayoritas penduduk Indonesia. Namun, Penduduk Indonesia harus membuka mata bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan bukan hanya sepak bola. Kita harus sadar bahwa ada cabang olahraga lain yang bisa membawa harum Nama Indonesia di dunia internasional. Pemerintah juga harus berusaha untuk melakukan pembinaan olahraga secara komprehensif agar Posisi Indonesia di dunia internasional bisa terangkat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s