Untitled

Dari Resolusi untuk Revolusi Diri

Suatu hari, ada seorang pekerja memulai tugas untuk pertama kalinya si sebuah pabrik mobil. Tak seperti pekerja lain yang langsung bekerja, ia membuat rencana seluruh karirnya dalam sebuah kartu kecil beserta detail tanggal promosinya ke tingkat jabatan yang lebih tinggi. Ia menulis itu dengan sungguh-sungguh begitupula dengan usahanya. Ia percaya bahwa resolusi dalam kartu-kartu kecil ini bisa membuat dirinya melakukan revolusi. Sampai pada suatu saat, ia berhasil memenuhi resolusinya sebagai presiden perusahaan mobil itu. Ia adalah Lee lacocca dan perusahaan mobil itu adalah Ford Motor Company.

Lee lacocca bukanlah seorang muslim tapi apa yang telah dia lakukan telah sesuai dengan kandungan Surat Al Hasyr ayat 18:

…..Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)….(Al Hasyr: 18)

Bagian dari ayat ini ditafsirkan oleh Ibnu Katsir: “hisablah diri kalian sebelum dihisab oleh Allah. Dan lihatlah apa yang kalian lakukan untuk diri kalian sendiri berupa amal shalih untuk kemudian hari dan pada saat bertemu dengan Rabb kalian”.  Ayat tersebut memerintahkan kita untuk membuat resolusi diri kita dengan ujung resolusi itu adalah akhirat. Langkah-langkah untuk membuat resolusi ini telah disusun dengan mudah oleh Marwah Daud Ibrahim dalam bukunya “Mengelola hidup dan Merencanakan Masa Depan”. Langkah-langkah itu terdiri dari kenali diri sendiri, mencari peluang, tetapkan tujuan dan memiliki rancangan hidup.

 

Dalam merancang  sebuah program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hal yang pertama harus dilakukan adalah identifikasi bahaya yang ada. Identifikasi yang menjadi sebuah awalan yang penting untuk membuat program K3 merupakan hal yang penting juga dalam pembuatan resolusi diri. Dalam fase ini, kita harus menyadari “berasal dari mana saya?”. Pertanyaan ini harus dijawab dengan refleksi diri kita di masa lampau tentang apa saja kesuksesan, kegagalan dan pengalaman menarik lain yang telah membuat kita seperti sekarang. Pertanyaan selanjutnya adalah “Siapakah saya?”, pertanyaan ini harus dijawab dengan keadaan kita saat ini seutuhnya tentang nama kita, peran dan amanah kita di berbagai bidang, asal daerah kita dan lain-lain. Lalu kita juga harus mampu menjawab “Mau ke mana saya?”. Meskipun kita bergerak ke arah yang sama, arah akhirat, tetapi kita akan berangkat menuju akhirat dengan terminal yang berbeda. Setiap individu harus mempunyai passion nya masing-masing untuk mencapai terminal yang sesuai dengannya. Kita bisa mencontoh dari John Goddard yang menulis 127 impian hidupnya pada secarik kertas pada saat umur 15 dan berhasil meraih 103 impiannya pada saat usia 47 tahun padahal impian beliau bukanlah impian yang sepele, impian beliau adalah impian untuk menjelajahi banyak tempat-tempat dan kebudayaan eksostis di seluruh muka bumi!

 

Cobalah Anda duduk sekitar 10 menit dan renungkan apa saja pekerjaan yang ada di Indonesia. Anda pasti akan menemukan berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus pekerjaan yang ada di Indonesia. Pekerjaan-pekerjaan ini adalah peluang bagi kita yang sering kali tak pernah kita sadari. Selama ini, kita mungkin saja pernah berpikiran bahwa tak akan ada peluang bagi masa depan kita. Padahal, peluang masih ada dan tetap akan terus ada selama kita masih mempunyai Allah. Kita hanya harus memilih: menunggu peluang atau membukan peluang? Kita juga harus memilih dari peluang yang sangat banyak itu mana yang sesuai dengan minat, profesi serta wilayah.

 

Selanjutnya, kita memiliki tujuan dan fokus hidup yang jelas. Kelak dengan langkah ini, kita tidak akan lagi mempunyai cita-cita “berguna bagi bangsa, negara, dan agama”. Cita-cita seperti itu bukannya tidak baik, namun cita-cita itu tidak memiliki tujuan dan fokus yang jelas. Mulailah memiliki impian jelas dan realistis seperti menjadi pemain sepakbola yang berlaga di Eropa untuk mengharumkan nama bangsa, menjadi anggota DPR yang jujur untuk berbakti kepada negara, menjadi aktivis da’wah yang militan untuk agama, atau apa saja keinginan kita yang jelas dan realistis. Fokus dan tujuan yang realistis ini akan membantu kita dalam mengatasi masalah dan membuat kita mudah menembus apapun untuk mencapai tujuan kita selayaknya sinar Laser yang memiliki foton yang fokus dan koheren sehingga mampu untuk menembus halanngan yang ada bahkan bisa memotong halangan tersebut.

 

Setelah mempunyai tujuan hidup hendaknya kita menguraikannya dalam peta hidup. Peta hidup ini dapat dibuat per tahun hingga kita meninggal, per 5 tahun dengan rincian tujuan per bulan, per bulan dengan rincian agenda per hari dan bisa juga per hari dengan rincian aktivitas per jam. Peta hidup ini akan membuat hidup kita lebih teratur dan mencapai tujuan dengan langkah-langkah yang rinci.

Langkah-langkah untuk membuat resolusi memang banyak macamnya, banyak pilihannya, dan banyak pula alatnya. Akan tetapi, semua langkah-langkah itu akan percuma ketika tidak ada rasa semangat dan konsistensi. Jangan pernah berletih-letih untuk membuat resolusi diri ketika kita tidak mempunya semangat dan konsistensi untuk menjalankannya. Ingatlah bahwa dengan resolusi hidup kita dapat lebih mudah, jelas, teratur dan yang terpenting kita dapat beribadah kepada Allah dengan mempersiapkan kehidupan di akhirat kelak dari kehidupan kita sekarang.

 

Referensi:

Basic Life Skills: mengelola hidup & merencanakan masa depan/Marwah Daud Ibrahim. Jakarta: MHMMMD Production, 2003.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s