Pendidikan dengan hati

Suatu saat saya bertanya kepada teman saya tentang keputusannya masuk sebuah jurusan yang terkenal. Ia dengan santainya menjawab bahwa ia ingin menjadi kaya dari gelar yang diberikan jurusan itu. Orientasi ia adalah uang sejak awal, sama seperti beberapa mahasiswa dan calon mahasiswa lain yang ingin masuk jurusan itu.

Pendidikan yang sejatinya dapat membuat manusia menjadi mulia kini semakin banyak digunakan sebagai alat untuk mencapai kekayaan. Ramai-ramai manusia termasuk mahasiswa mengikuti sebuah pelatihan, yang diinginkan bukanlah ilmu tapi sebuah sertifikat untuk meningkatkan jabatan mereka. Maka, jangan heran jika banyak politikus berasal dari aktivis mahasiswa yang dulu dengan lantang memperjuangkan rakyat, kini malah dengan senang menginjak-nginjak rakyat berbekal pendidikan yang ia dapat. Jangan juga bingung, jika pendidikan Indonesia belum bisa berkembang karena orientasi para pelakunya adalah uang.

Mahasiswa seharusnya mengejar pendidikan dengan hati dan  menerapkannya juga dengan hati. Mahasiswa seperti itu lah yang rela mengajar di pelosok-pelosok daerah, memberikan penyuluhan di daerah-daerah terluar Indonesia, dengan tak lupa membangun masyarakat sekitar tempat ia memperoleh pendidikan. Pada saat bersamaan, mereka mampu menjadi yang terbaik di kelasnya dan memperoleh penghargan serta prestasi dari banyak pihak dengan kecintaan terhadap pendidikan yang ia peroleh. Lalu kelak,  mahasiswa ini mampu mengabdikan hasil pendidikannya itu kepada masyarakat tanpa orientasi lain selain keinginan dari hati mereka untuk membuat negeri ini lebih baik.

John Dewey, seorang filsuf dari Amerika serikat, pernah berkata bahwa Pendidikan bukan persiapan untuk hidup; pendidikan adalah kehidupan itu sendiri.  Ia menekankan bahwa pendidikan tidak layak digunakan sebagai alat untuk mendapatkan sebuah kehidupan yang lebih baik. Pendidikan harus digunakan dengan hati karena pendidikan itu adalah sebuah kehidupan yang tak akan pernah bisa hidup tanpa adanya hati.

Pendidikan dapat menciptakan peradaban yang lebih baik, inilah yang sedang diusahakan oleh pemerintah Indonesia dengan porsi 20% dari APBN untuk pendidikan. Namun, pendidikan tak akan bisa maju jika mahasiswa yang menjadi objek pendidikannya tidak menggunakan hati dalam proses mendapatkan pendidikan itu. Oleh karena itu,  meraih pendidikan dengan hati harus dilakukan oleh mahasiswa agar dapat memajukan pendidikan bangsa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s