mendongeng

Melawan Korupsi dengan Dongeng

Ruang kelas SDN Srengseng Sawah 15 itu terlihat sangat ceria. Seorang mahasiswa terlihat sedang membawakan dongeng. Sambil memakai boneka tangan musang, ia bercerita dengan penuh ekspresi. Di depannya, puluhan siswa SD menyimak dengan antusias. Mereka duduk dengan rapih, ada yang tertawa terbahak-bahak atau ada juga yang mengangkat tangannya untuk memimpin yel-yel di depan kelas. Mereka kompak mengatakan “korupsi Dislike Yo! Jujur Like This Yo!” yang menunjukkan bahwa mereka sangat benci korupsi.

Korupsi memang patut mereka benci karena telah menjadi permasalahan besar bagi bangsa ini. Data dari Kejaksaan Agung tahun 2011 menunjukkan bahwa jumlah korupsi di Indonesia mencapai 1.018. Sedangkan Menurut survey Transparency Internasional, Indeks pemberantasan korupsi Indonesia hanya berada dalam angka 3 dalam skala 10. Posisi tindakan pemberantasan korupsi Indonesia pun berada dalam posisi 100 dari 183 negara.

Siswa SDN Srengseng Sawah 15 melawan korupsi dengan dongeng yang diberikan oleh Future Leaders Anti Corruption (FLAC).  FLAC adalah sebuah organisasi dari para mahasiswa dari 5 kota besar yang tergabung dalam penerima beasiswa dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS). FLAC berfokus pada usaha menanamkan nilai-nilai kejujuran dan anti korupsi kepada siswa sekolah dasar.

Pada roadshow di SD tersebut, FLAC memulainya dengan bersama menyanyikan Lagu Indonesia Raya untuk membangkitkan nasionalisme. Mereka melanjutkannya dengan permainan acak kata dengan kata dasar “laskar anti korupsi” dan “jujur itu hebat”. Kemudian, FLAC menceritakan dongeng tentang kegigihan seekor semut mencari makanan dengan jujur. Tak ketinggalan juga yel-yel yang dipimpin langsung oleh salah satu siswa.

Roadshow diakhiri dengan penulisan surat  antikorupsi dari siswa SD kepada Presiden Indonesia. Surat ini kelak akan diserahkan FLAC kepada presiden agar para birokrat negeri ini bisa lebih peduli kepada permasalahan korupsi di Indonesia. Isi surat tersebut bermacam-macam.  Seorang siswa menulis  “jika ada yg korupsi, saya ingin mengadukannya kepada KPK atau pihak yg berwajib. Anak SD seperti saya bisa mengadukannya pak?”. Sementara siswa lain menulis “jika saya bertemu langsung dengan Bapak Presiden, saya ingin berada di sebelah bapak dengan ketegasan dalam memberantas korupsi”.

Siswa menulis surat 

Pilot project

FLAC melakakukan roadshow setiap hari sabtu di 3 sekolah dasar sekitar Depok dan Jakarta sebagai pilot project mereka. SDN Srengseng sawah 15, Pondok Cina 1 dan Pondok Cina 4 menjadi proyek percobaan tersebut.  Setiap sekolah dasar diminta untuk menyiapkan 50 murid terbaiknya untuk diberikan dongeng anti korupsi selama 4 pertemuan. Setiap pertemuan akan dilaksanakan pada hari sabtu selama kurang lebih 2,5 jam.

Anggota FLAC sedang mendongeng

FLAC meyakini bahwa siswa sekolah dasar adalah aset bangsa masa depan sehingga harus dididik dengan nilai-nilai anti korupsi. FLAC juga yakin bahwa dalam usaha mendidik siswa sekolah dasar haruslah dibawa dengan menyenangkan agar mereka dapat mudah mengerti dan menyukainya. Oleh karena itu, FLAC memilih dongeng dan kegiatan lain yang disukai oleh anak untuk melawan korupsi.

Rela Berperan Sebagai Kera

Menangis

Kegiatan  FLAC ini mendapatkan reaksi positif dari para siswa sekolah dasar. Mereka selalu menanti kedatangan FLAC ke sekolah mereka, mereka juga akan menyambut kedatangan FLAC dengan ceria. Bahkan, banyak siswa di semua sekolah dasar yang FLAC kunjungi pernah menangis karena FLAC. Bukan karena mereka diperlakukan tidak layak, tapi karena mereka sangat menyukai dan selalu menantikan kedatangan FLAC sehingga ketika jadwal pertemuan berakhir mereka menangis karena merasa kehilangan.

Siswa SD yang menangis

Tak hanya reaksi positif dari para siswa, apresiasi juga didapatkan FLAC dari berbagai elemen masyarakat. Para jajaran guru di sekolah tempat FLAC melakukan roadshow sangat menyambut dan merasa senang sekali dengan kegiatan ini. Tak jarang pula ada donatur yang menyumbang dana terutama untuk pembelian konsumsi sehat untuk para siswa. FLAC juga berhasil memenangkan penghargaan dalam ajang kreatifitas sosial di Universitas Indonesia.

Negeri ini memang telah lama tenggelam karena korupsi. Banyak orang yang psimis bahwa korupsi negeri ini dapat sirna. Namun, FLAC punya pendapat lain. FLAC yakin bahwa masih ada secercah harapan untuk membersihkan Indonesia dari korupsi. Dongeng melawan korupsi untuk para siswa sekolah dasar yang kelak menjadi pemimpin bangsa selanjutnya merupakan wujud keyakinan FLAC itu demi Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s