Bila Tiba Saat Kita Pulang

Bila Tiba Saat Kita Pulang

Pulang. Sebuah kata yang sangat membahagiakan bagi siapapun. Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kita tentu ingat betapa seringnya kita melihat ke arah jam karena menanti saat-saat pulang kemudian berteriak senang saat bel pulang telah berbunyi. Ketika lelah bekerja di kantor, semua penat dan lelah perlahan sirna ketika tiba saat jam pulang. Ataupun ketika Idul Fitri tiba, pulang ke kampung halaman menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan meskipun jalan penuh dengan kemacetan.

Pulang adalah hal yang membahagiakan karena dengan segera kita akan dapat melepaskan kerinduan dengan mencium kening istri dan memeluk anak. Kita pun bisa dengan puasnya melahap makanan yang sesuai dengan lidah kita ataupun hanya sekedar tidur di kasur yang empuk.

Lantas, bagaimana perasaan kita jika tiba saat kita pulang ke tempat yang telah dijanjikan oleh Sang Pencipta? Kita tak perlu mempersiapkan kendaraan, makanan ataupun minuman untuk perjalanan kita pulang kepada Sang Pencipta. Kita cukup berbaring, tanpa nafas dan tanpa detak jantung. Jika beruntung, kita bisa pulang dari rumah, sempat dimandikan, dikafani,disolati kemudian dikuburkan di tempat yang layak. Namun, jika tidak beruntung, kita bisa saja pulang dari tengah hutan tanpa ada yang mengetahui.

Kita jelas mempunyai pilihan perasaan kelak nanti jika kita pulang kepada Sang Pencipta. Mereka yang semasa dunia gemar mengumpulkan kekayaan dengan cara yang haram, menggunakannya untuk foya-foya serta tak peduli akan perintah Allah, mereka akan mencintai dunia lebih dari akhirat. Merekalah yang kelak akan merasa pulang dengan terpaksa dan bersedih hati karena terpisah dengan dunia yang sangat dicintainya. Mereka yang semasa dunia banyak melakukan kebajikan, selalu memberikan manfaat kepada masyarakat, serta selalu bertaqwa kepada Allah, mereka lah yang sepenuhnya sadar bahwa dunia hanyalah sesaat dan mereka selalu ingat bahwa kelak mereka akan pulang kepada Sang Pencipta. Merekalah yang kelak akan merasa senang dalam perjalanan pulang karena mereka telah banyak mendapatkan bekal dari perbuatan baik mereka di dunia.

Bila saat kita pulang, sudahkah kita mempersiapkan segalanya? Ibadah istiqamah, keluarga shaleh yang kita tinggalkan, kontribusi kepada masyarakat, sudahkah kita lakukan? Bila saat kita pulang, apakah kita menginginkan kesedihan atau kebahagiaan dalam perjalanan pulang? Semoga kita bisa pulang sebagaimana seorang siswa Sekolah Dasar, pekerja, ataupun pemudik saat menjelang Idul Fitri. Sebuah perjalana pulang dengan kebahagiaan. (didedikasikan untuk seorang Paman yang telah pulang)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s